Sebagai kampiun Premier League musim 2019/2020, Juergen Klopp seharusnya sudah punya rencana matang untuk menghadapi musim 2019/2020. Penampilan laga pre-season yang berlangsung beberapa waktu lalu plus kondisi pemain yang sebagian besar sudah mulai fit, membuat skuat inti Liverpool makin bugar dan siap untuk bertarung.

Sejumlah kekurangan yang dirasakan pada laga kompetisi musim sebelumnya, paling tidak sudah bisa dipetakan. Menurut saya ada tiga problem besar Liverpool yang sedang coba diperbaiki oleh Klopp. Pertama, soal bagaimana jika lini belakang tidak sedang memiliki performa bagus.

Dejan Lovren baru saja hengkang ke Zenit St Petersburg, sehingga perlu pelapis yang mumpuni. Dalam beberapa laga ujicoba, Klopp lebih percaya menurunkan pemain-pemain mudanya seperti Neco Williams, Billy Koumetio, Nathaniel Phillips, Ki-Jana Hoever, sampai Sepp Van den Berg. Neco sudah dimainkan di penghujung musim lalu, tapi masih belum konsisten. Sementara saat laga ujicoba, Koumetio sempat mendapatkan atensi. Sisanya masih belum bisa bersaing dengan skuat inti.

Kedua, apa yang harus dilakukan jika mengalami stuck di lini serang. Ini adalah pekerjaan yang tidak mudah, karena harus merombak komposisi andalan lini serang Liverpool tiga musim terakhir, yaitu Mane, Firmino, dan Salah. Beberapa penyerang yang bisa menjadi katalis atau pembeda jika melihat laga uji coba kemarin yaitu ketajaman Rhian Brewster (3 gol selama uji coba) dan kontribusi Takumi Minamino (1 gol selama uji coba). Minamino juga sempat mempersembahkan gol semata wayang untuk Liverpool pada laga Community Shield melawan Arsenal.

Ketiga, soal kreativitas membangun serangan dari lini tengah. Ketersediaan gelandang Liverpool memang tidak menjadi masalah, ada banyak opsi. Pun sebagian besar diisi oleh pemain senior yang secara fisik dan mental cukup tangguh. Namun, perlu ada satu dua pemain yang sesekali diperlukan untuk memecah kebuntuan jika menghadapi lawan yang disiplin secara pertahanan. Peran Naby Keita dan Minamino sepertinya bisa menjadi alternatif.

Kendati bursa transfer kali ini baru akan ditutup pada 5 Oktober mendatang, rasanya Liverpool tidak akan terlalu sibuk merekrut pemain baru. Secara jumlah pemain pun, jika dilihat komposisinya sudah cukup gemuk, kecuali jika ada pemain yang dipinjamkan atau memilih bergabung ke klub lain.

Pemain rekrutan terakhir sekaligus satu-satunya pemain baru yang didatangkan sebelum laga pertama Premier League 2020/2021 adalah Kostas Tsimikas. Sementara itu nama-nama yang santer terdengar bakal dipinjamkan atau bergabung dengan klub lain termasuk Brewster, Wijnaldum, Grujic, Nat Phillips, Harry Wilson, Karius, juga Woodburn.


Berikut adalah sebelas pertama terbaik Liverpool yang paling menjanjikan untuk musim 2020/2021.

Kiper

Alisson Becker

Konsistensi Alisson sebagai penjaga gawang kelas dunia semenjak bergabung bersama Liverpool tak diragukan lagi. Dari total 64 laga yang dilakoninya di Premier League, ia telah mencatatkan 34 clean sheets dan hanya mengantongi 45 kali kebobolan. Meski sempat cedera dan digantikan oleh Adrian, posisi penjaga gawang The Reds masih aman. Kesalahan-kesalahan sendiri yang kadang dilakukan bermula dari kecerobohan kiper harus dikurangi.

Dalam laga-laga yang tak krusial, ada baiknya Klopp juga mulai memainkan kiper berusia 21 tahun, Caoimhin Kelleher. Kelleher perlu banyak pengalaman agar bisa dilihat lebih jauh potensinya sebagai kiper muda. Bagaimana dengan Karius? Rasanya semua fans sepakat untuk melupakannya dan lebih baik cari klub lain.

– Cadangan : Adrian, Kelleher.

Bek

Trent Alexander-Arnold

Sudah percaya saja, sekarang tak ada lagi bek muda Premier League yang sebagus Trent Alexander-Arnold. Sebagai peraih pemain muda terbaik Premier League musim lalu, Trent adalah role model bagi bek kanan yang bisa berfungsi sekaligus sebagai (seolah-olah) seorang playmaker. Dia juga menjadi pemain andalan saat mengambil tendangan bebas dan tendangan sudut.

Umpan-umpan cantiknya yang memanjakan trio lini depan Liverpool seringkali membuahkan gol. Meski usianya baru 21 tahun, ia sudah berkontribusi penuh membawa klub ini menjuarai Liga Champions 2019 dan Premier League 2020. TAA adalah seorang scouser dan merintis kariernya sebagai pemain profesional sejak bergabung bersama pemain akademi Liverpool.


Joel Matip

Matip bergabung ke Liverpool sejak tahun 2016. Sejauh ini permainannya semakin matang, meskipun beberapa kali dilanda cedera. Dengan usia yang sepantaran dengan Van Dijk, pemain asal Kamerun ini lebih berpengalaman ketimbang Gomez. Apalagi jika melihat beberapa laga uji coba dan performa musim lalu, pos yang diisi oleh Gomez masih sering goyah.

Kehadiran Matip di lini belakang setidaknya bisa memberikan ketenangan sekaligus menutup sedikit kelemahan Van Dijk. Dengan postur tubuh yang tinggi, ia bisa juga diandalkan sebagai perebut bola-bola atas.

Virgil Van Dijk

Tak berlebihan jika Van Dijk dinobatkan sebagai pemain bola terbaik Eropa musim 2018/2019. Dedikasinya bersama Liverpool bisa mematahkan popularitas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sebagai dynamic duo peraih pemain bola terbaik Eropa secara bergantian.

Bek tengah yang punya kemampuan antisipasi bola sangat baik menjadikannya sulit ditembus oleh penyerang-penyerang musuh. Selain itu, kemampuan menyundul bolanya yang ciamik plus posturnya yang terlihat besar sering ditakuti lawan saat menerima bola dari tendangan sudut. Van Dijk harus bisa lebih fokus agar tak mudah dikelabui lawan.

Andrew Robertson

Robbo adalah jenis pemain beruntung yang meniti karier from zero to hero. Nyaris menjadi gelandangan membuat tekadnya mantap menjadi pesepak bola profesional. Dibeli dengan harga murah dari Hull City, tetapi kemampuannya naik drastis di bawah asuhan Klopp. Bek pekerja keras yang bisa berlari cepat untuk membantu serangan dari bawah.

Robertson selalu jadi pilihan utama Klopp. Jika ia cedera, biasanya akan digantikan oleh Milner yang pada dasarnya adalah seorang gelandang versatile. Namun, musim depan sepertinya Milner tak akan lagi diplot sebagai bek kiri. Kedatangan Tsimikas pada bursa transfer kali ini semakin memperkokoh pelapis bek kiri Liverpool.

– Cadangan: Gomez, Neco Williams, Tsimikas, Koumetio

Gelandang

Fabinho

Fabinho adalah pemain yang nyaman dengan peran sebagai DM (defensive midfielder). Pergerakannya tak terlalu cepat, lebih cenderung bertahan, tetapi ia bisa menjadi penghubung lini belakang dan lini tengah The Reds. Pada beberapa kali kesempatan dan uji coba formasi, Klopp juga sempat memasang Fabinho sebagai penyokong bek tengah.

Pemain bernomor punggung 3 di skuat Liverpool ini juga dibekali kaki yang kuat sehingga bisa diandalkan saat menggelontorkan tendangan jarak jauh dari kotak penalti. Beberapa kali ia tunjukkan kemampuannya itu pada laga-laga penting.

Jordan Henderson

Di bawah asuhan Klopp, penampilan Hendo memang sempat naik turun, tetapi belakangan sudah menemukan gaya permainannya yang cocok sebagai box-to-box midfielder. Tidak ada yang istimewa dari cara bermainnya, tapi loyalitasnya menyisir lapangan tengah dan tak gentar menjatuhkan diri untuk merebut bola layak diacungi jempol.

Hendo adalah kapten pertama Liverpool yang mengangkat trofi juara di era Premier League. Kemampuan leadership-nya tak perlu diragukan lagi. Orang pertama yang bertanggung jawab atas kekalahan dan kemenangan timnya. Ia tak hanya dihormati oleh pemain-pemain yang lain, tetapi juga dicintai oleh semua fans Liverpool.

Naby Keita

Selain karena masalah cedera, Keita butuh waktu untuk bisa dipercaya Klopp sebagai starter sekaligus beradaptasi dengan pemain-pemain Liverpool yang lain. Dia lebih sering diturunkan dari bangku cadangan. Namun, dalam 18 kali penampilannya musim lalu, Keita beberapa kali mendapatkan pujian karena dianggap lebih berpengaruh dibandingkan musim sebelumnya. Gelandang yang didatangkan dari RB Leipzig pada 2018 ini hanya mencatatkan dua gol dan satu asis.

Pada laga uji coba sebelumnya, pun Keita termasuk salah satu pemain yang disorot di lini tengah. Memang tidak mudah memilih gelandang Liverpool karena ada beberapa opsi gelandang menjanjikan. Apalagi Klopp termasuk sering merotasi pemain-pemain di lini tengah. Dengan usianya yang baru 25 tahun, mungkin ini saat yang paling pas bagi Keita untuk membuktikan diri bisa bersaing dengan pemain gelandang yang lain.

– Cadangan: Wijnaldum, Minamino, Chamberlain, Milner, Jones, Shaqiri

Penyerang

Sadio Mane

Kecepatan dan determinasi adalah dua kata kunci yang bisa mendeskripsikan Sadio Mane. Sebagai pencetak 18 gol musim lalu, Klopp pasti masih mempercayakan Mane sebagai penyerang di sisi kiri. Ia akan bekerja sama membangun serangan bersama Robertson sekaligus memberikan pressing-pressing ketat kepada pemain lawan.

Selain Salah, Mane adalah mesin gol bagi Liverpool. Mane akan selalu haus gol dan berusaha menyaingi Salah untuk urusan jumlah gol. Mane adalah tipe penyerang yang akan mencari cara terbaik untuk membuat gol.

Roberto Firmino

Bukan tipikal striker murni dengan segudang gol. Justru perannya sebagai false nine dalam formasi 4-3-3 Liverpool membuat sosoknya semakin penting. Firmnio lebih suka sedikit turun ke bawah untuk menjadi jembatan bagi lini tengah dan lini depan. Begitu mendapatkan bola, ia tak akan segan untuk mengoper ke Mane atau Salah.

Musim depan akan menjadi semacam pembuktian bagi Firmino bahwa ia bukanlah penyerang yang hanya dipandang sebelah mata. Firmino disebut-sebut punya atribut yang cocok dengan strategi yang diterapkan Klopp. Pada laga uji coba kemarin, Firmino beberapa kali digantikan oleh Brewster, penyerang berusia muda yang masih segar, subur, dan siap menggantikannya.

Mohamed Salah

Meskipun kiprah Salah musim lalu menurun dari musim sebelumnya (tidak masuk Best XI Premier League 2019/2020), tetap saja perannya belum tergantikan. Dia adalah top skor Liverpool pada musim 2018/2019 (22 gol) dan 2019/2020 (19 gol). Kemampuannya membawa bola dan menyodorkan tendangan-tendangan di depan mistar bakal membuat lawannya kelabakan dan terus menjaga fokus pergerakannya.

Memang saat pre-season penampilannya tak begitu menonjol. Dengan usia yang memasuki masa golden age sebagai pesepak bola profesional, sepertinya Klopp akan terus mengasah konsistensinya di lapangan. Jika Klopp terpaksa harus mengistirahatkan Salah, maka pemain yang cocok menggantikan adalah Elliott atau Chamberlain.

– Cadangan: Origi, Brewster, Elliott

 

Komentar

You can subscribe to my newsletter to get updates (no spam).

powered by TinyLetter