Sudah dua tahun lebih saya memakai hape Android dalam balutan Redmi Note 5 Pro. Secara tak sengaja kemarin baru saja mencoba membeli charger baru lantaran charger yang lama sempat hilang. Charger yang saya beli bermerek Technix dan kebetulan punya fitur fast charge. Seperti inilah penampakan boksnya:

Di bagian boksnya tertulis bahwa charger ini kompatibel dengan beberapa jenis moda fast charging seperti VOOC (Voltage Open Loop Multi-step Constant-Current Charging) yang dikembangkan oleh Oppo, juga QC3.0 Huawei super charger, dan lain-lain. Mudahnya charger ini adalah charger universal bertipe micro USB yang sudah mendukung pengisian daya secara cepat.

Begitu saya coba pertama kali untuk mengisi daya, serasa ada yang aneh. Pertama, pengisian daya terasa jauh lebih cepat dari biasanya. Dalam waktu 30 menit saja, ponsel lowbat yang awalnya hanya 3% sudah terisi daya hingga 70%. Padahal biasanya perlu waktu sejam lebih untuk sampai di persentase 70%.

Memang sih, selama diisi daya, bagian belakang ponsel jadi terasa agak panas, tapi ini masuk akal karena sedang menjalankan teknologi fast charging, yang pastinya bakal membutuhkan tenaga lebih untuk menyuplai daya.

Kedua, saat dilihat di layar ponsel, indikator baterai menunjukkan bentuk icon yang tidak biasa. Icon yang awalnya berupa simbol petir tunggal, kini berubah bentuknya menjadi simbol petir ganda. Dua keanehan tadi membuat saya mencoba mencari tahu lebih jauh, apa benar Redmi Note 5 Pro sudah mendukung quick charge?


Ternyata benar, setelah menemukan titik terang dari sebuah penjelasan via Quora di sini, Redmi Note 5 Pro sudah mendukung quick charge, meskipun fitur ini tak pernah diiklankan. Melalui halaman spesifikasi ponsel di GSM Arena juga sebetulnya sudah disebutkan bahwa ponsel ini sudah mendukung fast charging 18W dan Quick Charge 2.0. Meskipun charger Technix tersebut sudah dilengkapi Quick Charge 3.0, tetapi bisa berjalan lancar pada ponsel dengan Quick Charge 2.0.

Seingat saya, charger bawaan dulu tidak dilengkapi fitur quick charge. Dalam boks ponsel pun tidak pernah disebutkan bahwa ponsel ini mendukung pengisian daya secara kilat. Jadi, ya harap maklum jika saya selama ini nggak terlalu ngeh dengan fitur ini.

Konon strategi ini dilakukan Redmi untuk menghindari harga jual yang makin tinggi, jika penjelasan quick charge tetap disertakan dalam boks kemasan. Usut punya usut, fitur quick charge ini harus mendapatkan izin sertifikasi dari sang empunya fitur ini, yaitu pihak Qualcomm, agar bisa nongol di kemasan.

Sebagai informasi, spesifikasi ponsel yang saya pakai masih menggunakan jenis prosesor Snapdragon 660 (ada juga versi yang menggunakan Snapdragon 636) dengan sistem operasi Android 9.0 dan tampilan ROM MIUI Global 11.0.3 Stable version.

Jadi, buat kamu yang juga pengguna ponsel ini dan baru tahu informasi ini, bisa coba beralih untuk menggunakan charger lain yang punya fitur Quick Charge. Fitur yang sangat membantu kita saat sedang butuh mengisi baterai ponsel secepat kilat. Perbedaannya lumayan lebih cepat dibandingkan jika masih menggunakan charger biasa.

Komentar