Salah satu keuntungan membeli barang melalui web atau aplikasi e-Commerce adalah tawaran promonya yang menggiurkan bagi banyak calon pembeli. Saat ini promo yang ditawarkan oleh setiap e-Commerce semakin beragam bentuknya.

Ada yang memberi diskon dengan persentase tertentu, diskon ongkos kirim (bahkan free ongkir), harga flat untuk semua produk, bonus hadiah tertentu, kupon, cashback, dan lain sebagainya.

Dulu orang harus berpikir dua kali untuk membeli barang melalui internet karena selain metode pembayarannya masih sulit, juga harganya bakal lebih mahal dibandingkan jika harus membeli langsung secara offline.

Secara sadar, dari sisi calon pembeli sendiri sudah tahu jika membeli barang secara online pasti harus mempertimbangkan variabel lain seperti tambahan ongkos kirim dan rasa was-was atas kondisi barang apakah sesuai dengan yang diperkirakan atau tidak.

Bagaimanapun juga, barang yang kita beli secara online tak bisa (benar-benar) dilihat atau disentuh secara langsung. Jika membeli langsung, hal-hal semacam ini sudah bakal lenyap bagai ditelan bumi.

Seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi, kekurangan-kekurangan yang pernah terjadi di masa lalu perlahan-lahan bisa diselesaikan oleh pihak-pihak terkait. Misalnya melalui perbaikan layanan ekspedisi pengiriman.

Calon pembeli saat ini sudah tak perlu lagi takut soal mahalnya biaya ongkos kirim karena sudah dijamin asuransinya. Lagipula, banyak ekspedisi yang kini sudah bekerja sama dengan platform-platform e-Commerce sehingga bisa mendapatkan harga ongkir terbaik, tetapi tetap mendapatkan layanan prima.

Misalnya ketersediaan layanan untuk menelusuri nomor resi, ketepatan waktu pengiriman, dan jaminan kondisi paket yang aman dengan memberikan perlindungan melalui plastik pembungkus atau bubble wrap.

Maka tak heran kini banyak bermunculan ekspedisi-ekspedisi pengiriman baru yang hadir dengan menawarkan layanan terbaiknya. Sementara tiga tahun belakangan ini, minat belanja online di Indonesia sedang naik begitu pesatnya.

Kehadiran ekspedisi-ekspedisi baru itu tidak sekadar merayakan popularitas belanja online tetapi juga dibarengi dengan memberikan layanan terbaik. Salah sedikit, mereka sendiri yang justru akan rugi banyak, ditinggalkan calon pembeli dan harganya tak bisa bersaing dengan ekspedisi lain.

Ada fenomena menarik yang saya amati dua tahun belakangan ini yaitu kesuksesan Shopee yang mempopulerkan promo ‘free ongkir’ yang tidak hanya terjadi pada momen-momen tertentu, tetapi bisa berlaku setiap hari.

Ide yang menarik karena secara psikologis promo ‘free ongkir’ setidaknya bisa mengurangi pertimbangan calon pembeli saat akan membeli produk online. Bahkan jika barang yang dijual tidak ada diskonnya sekalipun, si calon pembeli akan merasakan seolah-olah dia seperti sedang membeli langsung.

Meskipun barang yang dibeli tidak bisa datang saat itu juga, tetapi di beberapa kota besar, layanan COD pada e-Commerce sudah bisa diadakan dengan menggandeng jasa antar seperti GoSend. Calon pembeli tak perlu menunggu berhari-hari untuk mendapatkan barang yang dibeli dari situsweb e-Commerce, tetapi cukup menunggu beberapa menit saja di hari yang sama.

Kendati dalam penerapannya, diskon ‘free ongkir’ masih punya syarat dan ketentuan tertentu¬† misalnya minimal jumlah pembelian dan wilayah geografis. Memang tidak mudah membangun infrastruktur yang merata di seluruh wilayah kepulauan di Indonesia. Bagaimanapun juga, ongkos pengiriman ke wilayah yang dipisahkan oleh laut dan samudera masih akan menjadi momok mahalnya biaya kirim.

Saya rasa inilah yang bakal menjadi pekerjaan rumah bagi banyak pelaku e-Commerce. Agar diskon ‘free ongkir’ bisa berlaku tanpa minimum pembelian tertentu, serta bisa dirasakan oleh semua rakyat Indonesia dari pelosok barat sampai pelosok timur.

Setelah Shopee mencatatkan diri sebagai situsweb e-Commerce paling populer di Indonesia, akankah platform unicorn e-Commerce sekelas Tokopedia, BukaLapak, dan GoJek mampu lebih baik dari Shopee?