Dark mode atau moda gelap menjadi salah satu fitur yang sedang populer belakangan di dunia antarmuka. Setiap aplikasi atau web yang ada kita gunakan sehari-hari seperti sedang merayakan fitur kustomisasi satu ini. Bagi orang awam, dark mode tak lebih dari sebuah tren atau gaya agar mereka tidak bosan dengan tampilan yang itu-itu saja.

Padahal kehadirannya secara tidak kita sadari sudah ada sejak dulu, tetapi terbatas pada aplikasi-aplikasi tertentu dan tidak bisa dikustomisasi sendiri oleh user alias sudah bawaan.

Hampir setiap aplikasi yang ada di gadget kita ada pengaturan untuk mengaktifkan fitur dark mode. Dari Facebook, Twitter, WhatsApp, browser, sampai tema tampilan smartphone. Begitu juga dengan aplikasi-aplikasi lain yang berbasis desktop.

Dulu tampilan dark mode lazim ditemui pada beberapa aplikasi saja. Misalnya tampilan terminal atau command prompt di komputer, teks editor untuk mengedit kode-kode pemrograman (Sublime Text), warna latar aplikasi Photoshop, kemudian tampilan aplikasi pemutar musik maupun video editor seperti Winamp dan Windows Media Player.

Namun, apakah sebenarnya fungsi dark mode semata-mata hanya untuk gaya? Fitur dark mode pada awalnya memang sudah digunakan pada aplikasi-aplikasi tertentu. Alasannya bukan karena kebetulan atau buat gaya-gayaan. Aplikasi-aplikasi tersebut secara tidak disadari akan lebih cocok jika mempunyai latar berwarna gelap.

Dalam studi antarmuka pengguna, background aplikasi berwarna gelap memberikan beberapa keuntungan. Pertama, latar belakang berwarna gelap akan mengurangi silau yang dipancarkan cahaya dari layar komputer, sehingga membuat mata tidak cepat lelah. Pada tingkatan tertentu, akan membuat pengguna merasa cepat terkantuk. Kedua, moda gelap membutuhkan lebih sedikit cahaya saat diaktifkan sehingga membuat penggunaan baterai (pada gadget) menjadi lebih hemat.

Belum ada sumber yang bisa dipercaya kapan pertama kali moda gelap dipakai. Namun, sistem operasi pertama yang menggunakan konsep latar belakang gelap adalah Apple System 7 OS, yang diperkenalkan pada tahun 1991. Setelah masa itu, aplikasi pengolah gambar dan video pada komputer sangat lazim menggunakan latar belakang berwarna gelap, selain monitor-monitor lawas yang memang secara default memiliki tampilan teks berwarna hijau dengan latar hitam.

Beberapa waktu yang lalu ada seorang teman yang meminta bantuan kepada saya. “Bisa tidak sih, web ini diberi fitur dark mode seperti yang ada pada web X?” Menanggapi pertanyaan itu, saya langsung teringat add-on browser yang bisa mengaktifkan moda gelap. Alih-alih menambahkan script untuk memodifikasi atau menambahkan fitur dark mode, kenapa tidak cukup menggunakan add-on pada browser saja?

Jika memilih untuk menambahkan add-on, maka setiap web yang kita kunjungi bisa diatur agar tampilannya menjadi dark mode sesuai keinginan. Tidak perlu lagi repot-repot mengubah CSS yang ada di web, cukup dengan menekan tombol add-on yang dimaksud.

Nah, berikut ada beberapa add-on yang bisa dimanfaatkan untuk mengaktifkan fitur dark mode pada browser Google Chrome dan Mozilla Firefox.

Google Chrome

  1. Masuk ke Chrome Web Store
  2. Cari add-on bernama Dark Mode (by Grephy). Ada beberapa plugin lain yang sejenis yang bisa dicoba. Namun, kali ini saya memilih add-on yang sudah diberi rating paling banyak oleh user.
  3. Klik button ‘Add to Chrome’ di sebelah kanan
  4. Perhatikan di sebelah kanan atas browser Anda akan muncul icon berbentuk saklar. Untuk mengaktifkan dark mode, cukup klik icon saklar tersebut.

Tampilan normal

Tampilan dark mode

Jika diperhatikan dengan jeli, tampilan dark mode di atas seperti ada yang cacat dan kurang memuaskan, yaitu di bagian header, yang harusnya berwarna hitam tetapi hanya diubah menjadi warna biru tua. Ini adalah keterbatasan dari add-on Dark Mode versi Chrome. Add-on tersebut tidak menyediakan pengaturan warna-warna elemen untuk versi gelapnya.

Mozilla Firefox

  1. Masuk ke Firefox Browser Add-On
  2. Cari add-on bernama Dark Background and Light Text (by Mikhail Khvoinitsky). Saya memilih add-on ini karena sudah mendapatkan badge ‘Recommended’ dari Firefox dan penggunanya sudah cukup banyak jika dibandingkan add-on sejenis.
  3. Masuk ke halaman add-on, kemudian klik button ‘Add to Firefox’
  4. Perhatikan di sebelah kanan atas browser Anda akan muncul icon berbentuk huruf A. Untuk mengaktifkan fitur dark mode, klik icon tersebut. Salah satu keunikan add-on ini adalah kita bisa mengatur sendiri (kustomisasi) kombinasi warna teks yang akan ditampilkan di atas latar gelap. Fitur inilah yang tidak tersedia pada add-on Dark Mode untuk browser Chrome.

Tampilan normal

Tampilan dark mode

Tampilan dark mode untuk versi Firefox di atas terlihat lebih memuaskan dan cantik dibandingkan dengan tampilan dark mode versi Chrome. Header-nya akan diberikan warna yang sama dan seragam. Selain itu, add-on Dark Background and Light Text menyediakan pengaturan warna-warna elemen untuk versi gelapnya. Pengguna bisa mengatur pewarnaan sesuka hati agar lebih nyaman di mata pengguna. Berikut hasil tangkapan layar untuk melakukan pengaturan dark mode yang disajikan dengan cukup detail:

Komentar