Bola yang disundul Nathaniel Phillips dari tengah lapangan jatuh ke kaki Sadio Mane. Mane seketika mengoper bola ke Mohamed Salah di sisi kanan. Posisi Salah sudah berhadap-hadapan dengan salah satu bek Wolves, lalu bola dikembalikan lagi kepada Mane. Bola yang melewati kaki Mane spontan diberikan kepada Diogo Jota yang berlari di sebelah kirinya.

Tendangan kaki kiri tanpa kontrol Jota langsung diarahkan ke tiang dekat gawang Rui Patricio, eks rekan setimnya kala ia masih bermain untuk Wolves. Gol tercipta, meski tangan kanan Patricio sempat menahan bola yang menyusur dengan cepat ke arahnya. Gol semata wayang itulah yang menjadi penentu kemenangan laga ke-29 Liverpool di kandang Wolves pada Premier League musim ini.

Jota baru saja sembuh dari cedera lutut yang menimpanya pada awal Desember 2020. Lima hari sebelumnya, Jota baru saja masuk dalam daftar skuat utama Liverpool kala menghadapi RB Leipzig dalam laga fase kedua knock out Liga Champions untuk memperebutkan tiket ke fase perdelapan besar.

Saat itu Jota langsung terlibat dalam satu gol pembuka Liverpool. Ia memberikan asis kepada Mohamed Salah pada babak kedua. Skor berakhir dengan hasil 2-0 untuk kemenangan Liverpool, sekaligus memastikan The Reds menggenggam tiket ke babak selanjutnya.

Kembalinya Jota ke skuat Liverpool seperti membawa angin segar. Pasalnya dalam beberapa pertandingan yang digelar sejak awal tahun ini, Liverpool begitu sulit menciptakan gol. Lini depan yang biasanya diisi trisula Mane, Salah, dan Firmino, tak terlihat terampil memasukkan bola ke dalam gawang lawan, meskipun ada banyak peluang emas. Liverpool mendapatkan banyak kritikan pedas atas performa tiga penyerang utama itu.

Pembelian Jota pada transfer antarmusim tahun lalu memang mengejutkan. Proses negosiasi begitu cepat dan tak banyak dibahas di media sosial. Kala itu kabar transfer Liverpool sedang dipenuhi dengan rumor transfer Thiago Alcantara. Selain itu, jumlah bek berpengalaman yang masih tersisa di Liverpool makin sedikit, sehingga banyak fans yang berharap Liverpool lebih ‘urgent’ untuk membeli bek baru—sebelum akhirnya terbukti Liverpool kesulitan mencari pasangan bek ideal saat Van Dijk, Gomez, dan Matip cedera.


Pria kelahiran Portugal yang saat ini berusia 24 tahun itu mengawali karier seniornya pada klub Divisi Utama Portugal, Pacos Ferreira, pada tahun 2014. Ia sempat dibeli Atletico Madrid pada 2016 sebelum dipinjamkan ke Porto dan Wolverhampton Wanderers. Penampilannya yang menjanjikan membuat dirinya diboyong pelatih Nuno Espirito Santo menjadi salah satu punggawa yang memperkuat skuat Wolves yang promosi ke Premier League pada musim 2018/2019.

Sepanjang kariernya bersama Wolves, ia sudah bermain dalam 111 pertandingan dengan torehan 33 gol. Jumlah yang lumayan mengingat ia masih berusia cukup muda dan belum cukup banyak bermain dalam waktu penuh. Selain itu, Jota juga sudah dipercaya menjadi bagian dari timnas Portugal U19, U21, dan U23. Portofolionya sebagai pemain senior rasanya sudah semakin lengkap.

Tim sport director Liverpool tampaknya sudah mengincar pemain ini sebagai pengganti Adam Lallana yang hengkang ke Brighton karena habis masa kontrak. Langkah jeli ini mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Apalagi pada laga-laga pertamanya bersama Liverpool, ia sudah cukup menunjukkan kemampuannya sebagai penyerang yang haus gol.

Ada yang mengatakan bahwa Jota adalah bagian dari rencana besar Jurgen Klopp setelah hampir lima tahun mengandalkan penyerang-penyerang andalan Mane-Firmino-Salah. Selain karena faktor masa kontrak pemain, juga kisaran umur mereka yang sudah akan melewati masa-masa terbaiknya. Klopp membutuhkan darah muda yang bisa dijadikan alternatif sepadan jika salah satu dari trisula itu mandek jadi pemain Liverpool, entah karena cedera, hengkang, atau sedang mengalami penurunan performa.

Jota termasuk tipe pemain yang taktis, segera menyelesaikan peluang begitu bola hinggap entah di kaki maupun kepalanya. Secara natural, Jota biasa dimainkan sebagai penyerang kiri. Namun, ia sebetulnya mempunyai atribut yang membuatnya bisa dimainkan di tiga posisi penyerang dalam formasi 4-3-3. Jika bermain dengan empat gelandang, ia juga bisa ditempatkan di salah satu dari dua sisi lapangan. Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Klopp pernah memasang Jota di sisi kiri, tengah, dan kanan.

Penampilan Jota di timnas Portugal juga makin moncer. Ia mulai rutin dimainkan bersama pemain-pemain senior seperti Cristiano Ronaldo, Bernardo Silva, juga Bruno Fernandes. Pada tiga laga Kualifikasi Piala Dunia yang digelar pada akhir Maret 2021 saja, ia selalu mencatatkan golnya di gawang lawan.


Dengan sejumlah catatan mengesankan itu, Jota bakal menjadi salah satu harapan yang bisa diandalkan oleh Liverpool ketika menemui jalan buntu di lini depan. Sampai akhir Maret 2021, ia sudah mengoleksi 8 gol bersama Liverpool dari total 15 kali penampilan dalam laga Premier League musim 2020/2021.

Harapan Liverpool untuk menjuarai Premier League musim ini pupus sudah. Badai cedera bek, inkonsistensi permainan, dan persaingan sulit mengejar Manchester City, sang pemuncak klasemen saat ini, menjadi sumpah serapah yang berkali-kali digunakan untuk menandai performa The Reds musim ini. Target masuk empat besar Premier League musim ini rasanya lebih masuk akal.

Kaki-kaki Diogo Jota bakal diterangi oleh lampu-lampu sorot di lapangan saat Liverpool kehabisan kreativitas untuk mencetak gol. Ia masih punya daya pikat untuk mengepak sayapnya di Liverpool bersama para pemain-pemain yang tersisa musim ini, maupun pemain-pemain anyar yang kelak akan berdatangan.

Komentar
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

You can subscribe to my newsletter to get updates (no spam).

powered by TinyLetter