Seiring dengan semakin banyaknya platform yang dipakai, kebutuhan menyimpan username dan password juga semakin banyak. Banyak di antara platform tersebut yang perlu tersinkronisasi dengan perangkat smartphone untuk penggunaan sehari-hari. Dari email, media sosial, layanan hiburan, sampai aneka rupa layanan yang menunjang produktivitas dan pekerjaan. Belum lagi, data akun project yang berseliweran di dalam harddisk laptop/komputer.

Kalau dulu sih, saya terbiasa menyimpan pasangan kombinasi username dan password tersebut ke dalam sebuah file .txt yang diletakkan di dalam folder masing-masing project. Namun, cara tersebut ternyata cukup merepotkan, terutama saat saya sedang jauh-jauh dari laptop.

Pun saya termasuk orang yang malas untuk mengingat-ingat password. Satu platform atau project terkadang perlu punya struktur password yang berbeda dengan yang lain agar tidak mudah diretas atau disalahgunakan jika sewaktu-waktu terjadi pencurian akun.

Memang, sudah sejak beberapa tahun lalu, saya mengenal beberapa aplikasi password manager yang bisa tersinkronisasi dengan smartphone, tetapi saya merasa masih kurang cocok dengan aplikasi tersebut. Sebut saja aplikasi-aplikasi semacam 1Password, LastPass, dsb. Entah dari sisi harga, fitur, maupun kompatibilitas.

Buat saya ada beberapa hal yang jadi pertimbangan memilih password manager yang cocok.

  1. Kompatibilitas. Ini adalah hal yang paling utama sebetulnya. Misal saya kebetulan menggunakan MacOS High Sierra (10.3.6), kemudian smartphone menggunakan Android OS Versi 10. Maka saya harus mencari aplikasi password manager yang paling tidak, harus cocok dengan kedua versi tersebut. Selama ini masih cukup sering terkendala kompatibilitas pada laptop. Beberapa aplikasi password manager tidak kompatibel dengan MacOS versi lama.
  2. Harga. Saya tidak begitu masalah jika aplikasi password manager yang dipakai itu berbayar asalkan masih wajar di kantong, aplikasinya nyaman dipakai, dan benar-benar dibutuhkan sampai kapan pun. Jika ada opsi aplikasi yang gratis atau open source maka akan lebih diprioritaskan ketimbang yang berbayar, karena sejauh ini penggunaannya lebih banyak untuk individual.
  3. Fitur. Buat saya, fitur menjadi hal yang paling terakhir dipertimbangkan, karena seyogyanya aplikasi password manager, aplikasi tersebut pasti punya fitur utama untuk merapikan koleksi username dan password ke dalam folder atau tag tertentu. Fitur lain yang sudah pasti ada yaitu password generator dan sinkroninasi aplikasi ke multiperangkat. Fitur lain yang tidak terlalu penting, misalnya berbagi password dengan akun lain, personalisasi tampilan/tema, enkripsi password, menyimpan file, atau tambahan cloud storage untuk menyimpan database akun.

Sampai pada akhirnya saya menemukan aplikasi password manager yang memenuhi ketiga kriteria tersebut. Aplikasi tersebut bernama Bitwarden. Menariknya, aplikasi Bitwarden ini mempunyai slogan “the open source password manager, makes it easy to generate and store unique passwords for any browser or device”.

Setelah dicek melalui halaman webnya, memang kita langsung disodori pilihan untuk meng-upgrade ke versi Enterprise alias versi berbayarnya. Tapi sebentar, open source kok berbayar? Nah, ternyata kalau dilihat lebih jeli, pilihan paketnya masih ada yang versi gratis juga kok.


Bitwarden Individual Plans & Features

Melihat perbandingan fitur di atas, paket Basic Free Account (Free Individual) sudah dibekali fitur dasar yang sangat cukup untuk sebuah aplikasi password manager. Item storage unlimited, secure password generator, pun sudah dilengkapi metode two-step login. Jika tertarik upgrade ke versi Premium juga tidak semahal yang lain. Bandingkan harga langganan Premium Bitwarden hanya $1 per bulan ($10 jika ambil setahun), sementara LastPass dihargai $3 per bulan, tentu selisihnya akan berbeda jauh.

Bagaimana dengan kompatibilitasnya? Nah, Bitwarden ini sudah menjangkau banyak platform, bisa dipasang dalam bentuk aplikasi di laptop/komputer (mendukung Windows, Linux, dan MacOS), aplikasi smartphone (bisa ditemukan di AppStore & Google Play), addon multibrowser, bahkan bisa diakses melalui CLI (Command Line) tools.

Bitwarden Compatibility

Saya baru mencoba aplikasi Bitwarden ini pada perangkat desktop, smartphone, dan browser beberapa hari dan langsung suka. Fitur addon yang terpasang di browser sangat memudahkan saya ketika membutuhkan username dan password secara cepat saat berselancar di internet. Saat dibuka lewat aplikasi smartphone juga terkesan responsif karena pengguna bisa mengaktifkan autentikasi sidik jari maupun kode PIN.

Fitur lain yang menurut saya sangat berguna adalah aplikasi ini bisa mendeteksi username dan password bila kita sedang membuka halaman login sebuah layanan. Browser akan memunculkan semacam popup Bitwarden yang memberi opsi apakah kombinasi username dan password tersebut ingin disimpan atau tidak.

Yah, semoga saja informasi berguna buat siapa saja yang sedang mencari aplikasi terbaik untuk menyimpan username dan password. Karena selain itu, aplikasi ini juga bisa dipakai untuk menyimpan informasi yang sifatnya credential seperti PIN, Kode API, Nomor ATM, Nomor Credit Card, dan lain-lain.

Komentar
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

You can subscribe to my newsletter to get updates (no spam).

powered by TinyLetter