Ragam

Menjajal Gelang Pintar Xiaomi Mi Band 1S

Saya tertarik menggunakan Mi Band selain karena cenderung murah, juga tidak ribet. Di kancah peranti sandang (wearable device) yang dikenakan pada pergelangan tangan, Xiaomi cenderung lebih murah daripada produk-produk yang dikeluarkan oleh pemain wearable lainnya, misalnya Jawbone, Acer Liquid Leap, Sony SmartBand, SmartBand GoBe, dll.

Kenapa saya anggap tidak ribet? Tidak ribet karena saya membandingkan gelang pintar dengan arloji pintar (smart watch). Jika kebanyakan smart watch dilengkapi dengan layar sentuh, maka gelang pintar tidak. Jadi, pengguna cukup memakai gelang tersebut tanpa perlu pencet-pencet layar. Lagipula ketersediaan layar peranti di bagian pergelangan tangan yang aktif rentan terbentur benda fisik.

Sebetulnya produk Mi Band 1S belum resmi dijual di Indonesia. Namun, ada banyak sekali toko daring yang mulai menjual perangkat gelang pintar yang pertama kali dikenalkan lewat halaman web Phone Arena, 8 November 2015 lalu.

Kebetulan saya membelinya dari situs ecommerce Buka Lapak. Harga Mi Band 1S sampai artikel ini ditulis ada pada kisaran 300.000-400.000. Harga yang dikutip oleh Phone Arena mengatakan, secara komersial Mi Band 1S dihargai $15.

Anda harus berhati-hati memilih toko, jangan tergiur dengan harga terlalu murah. Karena ada beberapa toko yang menjual Xiaomi Mi Band 1S tetapi produk yang dijual adalah Mi Band (tanpa 1S). Mi Band adalah produk sebelum seri 1S yang harganya lebih murah, sekitar 200.000-300.000.

Boks kemasan berbentuk persegi, kira-kira berukuran 10 x 10 cm. Di dalamnya hanya berisi gelang, konektor charger, dan lembaran manual.

Gelang Mi Band 1S ketika dikenakan
Gelang Mi Band 1S ketika dikenakan
Boks kemasan Mi Band 1S
Boks kemasan Mi Band 1S

Lalu apa bedanya Mi Band dengan Mi Band 1S? Yang paling jelas adalah dari sisi fitur. Jika di seri sebelumnya tidak dilengkapi heart rate monitor, maka di seri 1S dilengkapi heart rate monitor. Heart rate monitor adalah sensor tambahan yang berfungsi untuk menghitung detak jantung manusia dengan mendeteksi detak nadi.

Sejauh saya menggunakan perangkat ini, kesannya simpel. Seperti mengenakan gelang pada umumnya. Tidak banyak melakukan setting pada perangkat dan cukup diamati lewat aplikasi Mi Fit dengan sinkronisasi via Bluetooth. Baterai juga awet. Saya bisa menghabiskan baterai hingga satu bulan dari keadaan full charge.

Ukuran gelang terasa pas di tangan. Warnanya bisa dipilih ketika membeli. Atau jika Anda merasa bosan dengan warna tertentu, maka Anda juga dapat membeli (secara terpisah) jenis gelang yang sesuai dengan warna/bentuk keinginan Anda. Bagian perangkat pendeteksi bisa dilepas-kenakan pada gelang.

Apa saja fitur-fitur Mi Band? Ada cukup banyak, selain mendeteksi denyut jantung, juga bisa menghitung langkah kaki (steps) saat berjalan maupun berlari, menghitung jumlah kalori yang dibakar, menghitung waktu tidur (saat tidur biasa maupun tidur pulas), serta fitur alarm dan notifikasi lewat getaran gelang. Sejauh pengalaman saya menggunakan perangkat ini, hasil pantauan langkah kaki dan jam tidur cukup akurat.

Screenshot Mi Fit pemantauan langkah kaki dan durasi tidur
Screenshot Mi Fit pemantauan langkah kaki dan durasi tidur
Screenshot Mi Fit untuk fitur Setting, Alarm, dan Heart Rate Monitor
Screenshot Mi Fit untuk fitur Setting, Alarm, dan Heart Rate Monitor

Bagaimanapun Mi Band lebih dikenal sebagai perangkat activity tracker (pemantau aktivitas harian), bukan fitness tracker. Jadi, jika sekadar untuk memantau aktivitas sehari-hari yang tidak ribet, gelang pintar Mi Band ini sudah cukup trendy dan useful.

  • Ircham Ardani

    baterainya tahan brp lama gan? ane punya mi band generasi pertama ngecasnya 2 bulan sekali XD

    • Kalo dari rilis resminya bisa sampai 1 bulan. Tapi bisa lebih kalo dipakainya jarang-jarang, tergantung pemakaian, hehehe…