Coding

Kabar Baik di PHP 7

Kabar baik untuk pengembang web seluruh dunia, akhirnya PHP 7 dirilis pada tanggal 3 Desember 2015 yang lalu. PHP 7 merupakan update paling baru dan paling mayor dari versi PHP sebelumnya, yaitu PHP 5.6. Kenapa tidak ada versi 6? Ternyata versi 6 adalah versi gagal PHP yang tak jadi dirilis. Beberapa pengembang bahasa PHP sempat berdebat tentang penentuan nama ini, detailnya bisa dibaca di sini.

Seperti yang kita kenal, PHP sudah hampir 20 tahun berkiprah dalam dunia pengembangan situsweb, dikenal sebagai bahasa pemrograman di tingkat server. PHP adalah bahasa yang langsung memproses informasi pada protokol HTTP, serta menghubungkan server dengan basis data. Bahasa sakti yang pekerjaannya paling berat jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa web yang sering disandingkan dengan PHP, semisal HTML, CSS, dan Javascript. Majalah digital Spectrum IEEE menempatkan PHP di urutan ke-4 dari daftar 10 bahasa pemrograman web yang paling populer pada tahun 2015.

PHP 7 dibangun di atas Zend Engine, dikembangkan oleh komunitas pengembang PHP selama dua tahun terakhir. Berdasarkan rilis yang diumumkan melalui halaman resmi PHP, perubahan-perubahan mayor dari versi 5.6 ke versi 7.0 sebagai berikut:

– Improved performance: PHP 7 is up to twice as fast as PHP 5.6
– Significantly reduced memory usage
– Abstract Syntax Tree
– Consistent 64-bit support
– Improved Exception hierarchy
– Many fatal errors converted to Exceptions
– Secure random number generator
– Removed old and unsupported SAPIs and extensions
– The null coalescing operator (??)
– Return and Scalar Type Declarations
– Anonymous Classes
– Zero cost asserts

Jika tertarik untuk menelusuri lebih dalam kebaruan-kebaruan di atas, bisa kunjungi halaman ini.

Hal yang menarik dalam update di atas yaitu dalam hal unjuk kerja PHP yang diklaim dua kali lebih cepat dari PHP 5.6. Selain itu, penggunaan memori juga dikurangi secara signifikan. Ini penting agar pemrosesan data bisa lebih cepat dan menghindari server yang ngadat karena terus bekerja keras. Selama ini, PHP dikenal sebagai bahasa yang sering menguras banyak memori, apalagi jika request yang dikerjakan ada banyak. Selain dua hal tersebut, perubahan-perubahan lain ada di sisi struktur dan hirarki logika penulisan bahasa PHP.

Uji keandalan PHP 7 juga sudah terbukti. Sebagai contoh, benchmarking antara PHP 7 dan HHVM (mesin virtual yang dikembangkan Facebook) yang dilakukan oleh Mark Gavalda terhadap beberapa aplikasi berbasis PHP seperti WordPress 4.3.1, Drupal 8, Magento 2.0 CE, OctoberCMS build 309, PyroCMS v3 beta2, dan Flarum v0.1.0-beta.4., dan laravel 5.1.11, telah menunjukkan bahwa PHP 7 lebih banyak memproses transaksi data dalam sekali waktu dibanding versi sebelumnya. Hasil benchmarking yang dilakukan oleh Jason Cosper juga menunjukkan hal yang sama.

Beruntung sekali, akhirnya PHP menggandeng Zend untuk membangun runtime yang lebih cepat dan efisien. Di sisi lain, mereka juga akan bersaing dengan mesin virtual HHVM yang dikembangkan oleh tim pengembang Facebook. Sejauh ini, jumlah transaksi yang diproses oleh PHP 7 dalam sekali waktu masih lebih banyak ketimbang HHVM. Namun, dalam soal memori, HHVM sepertinya lebih hemat ketimbang PHP 7.

Sebagai informasi kepada pengembang CMS WordPress, PHP7 sudah diterapkan sejak WordPress 4.3.1. Tentu saja ini adalah kabar baik pengguna WordPress, mengingat CMS semacam ini masih membutuhkan engine yang lebih andal untuk mengolah data dalam sebuah situsweb.