Stori

The Imitation Game dan Alasan Kenapa Saya Tertarik Menonton Film Ini

Dulu saat saya pertama kali masuk kuliah di jurusan IT dan ikut kelas yang membahas topik sejarah komputer, tidak banyak dosen yang membahas sebegitu berharganya Alan Turing. Yang saya ingat tentang Alan Turing tak lebih dari seorang matematikawan yang bertugas menjadi kriptografer Inggris saat Perang Dunia II. Ia kemudian membuat sebuah mesin yang menjadi cikal bakal sebuah benda bernama ‘komputer’ yang kita kenal hingga saat ini.

Saya tidak punya gambaran yang lebih nyata, sebelum menyaksikan film The Imitation Game. Sebuah film yang berkisah tentang kehidupan Alan Turing. Sosok Alan Turing yang diperankan oleh Benedict Cumberbatch ini mewakili pribadi yang akademis, seorang profesor/ilmuwan dengan dandanan rambut klimis belah pinggir. Seseorang yang begitu yakin dengan apa yang sedang ia kerjakan kelak akan menjadi sesuatu yang bermanfaat.

the_imitation_game_a_p

Saya pikir Alan Turing mempunyai kisah hidup yang menarik selain popularitasnya sebagai seorang ilmuwan. Saya punya dua alasan kenapa sangat tertarik untuk menonton film ini.

Pertama saya punya pengalaman yang baik saat mengikuti kuliah online melalui Coursera dengan topik “Internet History, Technology, and Security” oleh Dr. Charles “Chuck” Severance dari Universitas Michigan. Di salah satu materi yang diajarkan, Dr. Chuck banyak membahas sejarah awal komputer, termasuk bagaimana Alan Turing meniti karir di stasiun radio Bletchley Park.

Berbagai intrik dan percobaan dilakukan untuk membaca pesan rahasia yang dibangkitkan oleh Enigma. Enigma adalah mesin kriptografi terenkripsi yang dibuat oleh kriptografer Jerman untuk mengirim berita dan strategi perang kepada prajurit-prajuritnya di medan perang. Konon, kode kunci (private key dalam istilah kriptografi) diubah-ubah setiap hari agar setiap pesan yang dikirim sulit didekripsi. Apa boleh buat, Enigma hanyalah mesin yang sebenarnya memiliki pola tertentu (yang akhirnya polanya dapat dibaca oleh Turing dengan cara heuristik).

the-imitation-game-1

Alasan kedua adalah karena Joan Clarke diperankan oleh Keira Knightley. Saya kepincut gaya berakting Keira saat menjadi pemeran di film musikal Begin Again. Adegan saat menyanyikan lagu balada ‘A Step You Can’t Take Back’ sambil memainkan gitar di bar itu (setelah bertemu Mark Rufallo) sangat mempesona. Masa kecil Keira yang pernah mengalami disleksia juga poin tersendiri bagi saya. Menurut Malcolm Gladwell, orang yang masa kecilnya pernah mengalami disleksia kelak diprediksi akan menjadi orang yang luar biasa karena kegigihannya dalam berusaha menjadi seperti orang normal (tanpa disleksia).

Sosok Clarke di film ini terlihat sebagai wanita yang begitu tangguh. Ia menerima pengakuan Turing, hingga akhirnya memutuskan untuk menikah dengan seorang perwira. Di kesempatan yang lain, ia juga masih mengunjungi Turing yang begitu depresi. Clarke sangat piawai menguatkan Turing.

“Kalo kamu normal, kamu mungkin gak akan bisa membuat ‘Cristopher’. Suamiku sekarang mungkin gak selamat jika bukan karena mesin yang sudah kamu ciptakan untuk menyelamatkan banyak orang,” kata Clarke kepada Turing.

the-imitation-game-the-machine

Ada beberapa bagian menarik dan emosional di film ini. Pertama, saat tim Turing mendapati mesin kriptografi universal bekerja lebih cepat hanya dibantu dengan memasukkan kode sandi ‘Hail Hitler’. Kedua, saat Alan Turing harus mengaku kepada Joan Clarke bahwa ia adalah seorang gay. Di masa itu, aturan di Inggris masih menganggap gay adalah perbuatan yang tidak senonoh, sehingga pelakunya bisa dipenjarakan. Ketiga, saat Alan Turing merasa bahwa dirinya tidak dilahirkan secara normal seperti kebanyakan lelaki, tetapi ia begitu mencintai produk ilmiah ciptaannya, sebuah mesin pemecah kode yang semakin hari semakin cerdas, yang ia namakan sebagai ‘Cristopher’.

Kisahnya tragis. Di usia 41 tahun, tepatnya pada tanggal 7 Juni 1954, Turing dilaporkan meninggal dunia karena bunuh diri. ‘Cristopher’ buatan Turing telah diciptakan untuk memecahkan kode terenkripsi yang jika dilakukan secara manual akan menghabiskan waktu 2 tahun. ‘Cristopher’ telah beberapa kali memberikan kemenangan kepada Blok Sekutu. Baru pada tanggal 24 Desember 2013 lalu, Ratu Elizabeth II menganugerahi Turing sebagai pahlawan anumerta atas jasanya melakukan hal yang belum pernah dilakukan orang lain dalam sejarah.

Imitation-Game-Dancing

The Imitation Game menjadi salah satu film paling berkesan yang pernah saya tonton. Film ini bukan hanya bercerita tentang kiprah seorang kriptografer atau perang dunia, tetapi ini adalah film yang mengajarkan tentang ‘cinta’.

Pelajaran lain yang bisa diambil dari film ini:

  • Manusia menyukai kekerasan karena kekerasan itu menyenangkan.
  • “Sometimes it’s the people who no one imagines anything of who do the things that no one can imagine.” 
  • Sebaik-baiknya mesin tak akan pernah melampaui kecerdasan otak manusia. Manusia bisa bekerja dengan perasaan, tetapi mesin tidak.
  • Tuhan tidak pernah memenangkan sebuah peperangan karena Dia tidak pernah berperang, tetapi manusialah yang melakukan.
  • Manusia tidak berhak menghakimi sesama manusia yang lain.