Teropong

Menutup Tahun

Sore itu begitu dingin di ruangan lab. Lampu-lampu masih menyala sebagian. Dari balik jendela ruangan itu hanya tampak langit yang berwarna keabu-abuan. Hawa hujan di luar yang rinai dan gempuran pendingin AC menambah beku suasana di ruangan yang terletak di pojok sebelah barat lantai tiga gedung JTETI. Di dalam ruangan itu, saya sedang menyiapkan sebuah slide presentasi untuk sidang pra pendadaran. Sunyi.

Saya lebih suka datang ke lab siang hari. Pagi hari biasanya saya gunakan untuk membuat rencana harian. Di hari-hari libur pun, jika tidak ada kegiatan, saya lebih memilih lab untuk mengerjakan banyak hal. Selain suasananya nyaman, kondisi internet di kampus juga tidak menyebalkan. Saya seringkali menjadi orang terakhir yang keluar dari pintu lab.

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Malam itu, lampu-lampu saya matikan. ‘Krek!’, pintu yang dilengkapi dengan sidik jari itu terbuka.

***

Lusa adalah hari sidang pra pendadaran. Hari yang saya tunggu agar bisa menjawab banyak pertanyaan dari orang lain ‘Kapan maju?’, ‘Kapan lulus?’. Karena begitulah, teman-teman sekolega selalu menganggap saya seharusnya bisa menyelesaikan tesis tepat waktu.

Namun, bukan itu yang saya cari. Bukan juga karena saya malas untuk menyelesaikannya. Lulus tepat waktu adalah hal yang sudah pernah saya lakukan ketika menyelesaikan sarjana. Saya sudah berjanji kepada diri sendiri untuk tidak mengulangi hal-hal ‘aman’ yang sudah pernah saya lakukan. Lulus tidak tepat waktu bagi saya adalah sebuah konsekuensi. Saya lebih memilih untuk lebih produktif, menambah jam terbang untuk mendulang pengalaman, andil dalam proyek penelitian, membuat paper, juga mengelola pekerjaan-pekerjaan lain sebagai web developer.

Pekerjaan-pekerjaan saya sekarang membuat saya harus bisa mengatur waktu dengan baik. Membagi hal-hal untuk diri sendiri dan pekerjaan. Berpikir dan bertindak agar semuanya bisa selesai tepat waktu dan menghindari menunda banyak pekerjaan.

Saya sangat menikmati topik yang saya pilih untuk penelitian tesis. Topik yang saya geluti selama dua tahun belakangan ini. Membaca banyak paper, menjajal berbagai purwa rupa, kemudian mengaplikasikan ceruk dan ilmu yang saya peroleh untuk menyusun novelty penelitian.

***

Kemarin pagi, di bulan Desember yang hampir selesai, saya baru saja menyelesaikan sidang pra pendadaran. Mood pagi itu cenderung cerah setelah membaca sebuah portal berita yang mengabarkan bahwa Liverpool baru saja meraih kemenangan cukup telak atas Swansea City: 4-1. Angin segar, setelah beberapa pertandingan sebelumnya, Liverpool sulit meraih skor kemenangan yang besar.

Kemeja putih berdasi, celana bahan berwarna gelap, dan sepatu pantofel sudah siap dikenakan. Saya mendapat bagian jadwal sidang shift  pertama di pagi hari. Diuji oleh dua orang pembimbing. Tiga orang teman juga hadir di ruangan itu. Semuanya berjalan lancar. Saya mendapat banyak masukan di bagian penulisan naskah dan presentasi.

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada kedua pembimbing tesis saya. Tak lupa juga kepada teman-teman yang sudah datang pagi-pagi untuk menyaksikan sidang pra pendadaran saya. Sedikit lega rasanya. Tinggal selangkah lagi, revisi, kemudian baru sidang akhir.

Malam menjelang pergantian tahun, saya mencoba menyelesaikan tulisan ini. Menyeruput secangkir kopi sembari saya dengarkan lagu “Champagne Supernova” milik Oasis, sambil mengingat hal-hal yang terjadi di tahun 2014.

How many special people change?
How many lives are living strange?
Where were you when we were getting high?

31 Desember 2014