Uncategorized

Kerja Lepas

Dalam bekerja selalu ada dua sudut pandang. Berarti kita diperkerjakan oleh orang lain atau kita yang memperkerjakan diri kita sendiri. Ada batas-batas yang sesungguhnya bisa membedakan kedua sudut pandang tersebut, tetapi tidak pasti. Memperkerjakan diri sendiri bukan berarti bekerja sebebas-bebasnya tanpa tanggung jawab. Memperkerjakan diri sendiri terkadang menyesuaikan minat setiap individu. Kita bisa menganggap diri kita bekerja sekaligus berkarya. Kerja lepas, begitulah orang menyebutnya.

Barangkali saya sudah tiga tahun ini menggeluti dunia freelancer, istilah kerja lepas dalam bahasa Inggris. Karena saya mempunyai minat yang lebih di dunia pemrograman web, maka saya lebih banyak mengerjakan proyek yang berhubungan dengan pengembangan situsweb. Kadang bertindak sebagai programmer, desainer, atau sekaligus admin untuk situsweb yang saya kerjakan.

Dulu ketika awal-awal saya menggeluti dunia ini tentu ada banyak kegamangan. Bagaimana saya bisa mencari klien pertama saya sementara saya belum mempunyai pengalaman? Apakah hasil yang kelak saya kerjakan akan memuaskan klien? Sebagai freelancer pemula, berapa harga yang saya patok untuk sebuah proyek? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tak akan mungkin saya jawab jika saya belum pernah terjun dan mencoba ke dunia freelance.

Suatu kali seorang teman yang baru mendirikan perusahaan IT menawari saya untuk masuk ke dalam perusahaannya. Kami pernah ingin membangun sebuah bisnis yang sudah kami rancang sedemikian rupa. Saya pun begitu antusias saat itu. Namun, karena ini adalah bisnis yang baru pertama kali kami jajal, kami pun ragu. Kami terlalu banyak berpikir. Kami terlalu banyak membuat rencana. Tak lama kemudian, hilanglah harapan itu. Kami sibuk dengan diri masing-masing. Beberapa dari kami akhirnya memilih untuk melamar kerja.

Waktu semakin bergerak. Saya pun harus bergerak. Teman-teman dekat mulai banyak membutuhkan bantuan. Saya coba terima tawaran dari teman-teman terdekat. Niat pertama kali saat terjun ke dunia ini adalah mencari kebebasan, memanfaatkan waktu-waktu luang (di luar kuliah), sekaligus sambil belajar dan berkarya. Urusan uang itu masih nomor sekian. Tak ada waktu untuk bersenang-senang lagi. Saya harus bisa. Yang penting saya harus tetap mencoba dan berkarya. Kapanpun. Dimanapun.

Tak terasa sekarang sudah menginjak tahun ketiga saya menggeluti dunia ini. Tahun pertama, saya lebih banyak mengerjakan proyek-proyek sederhana. Tahun kedua sedikit banyak tawaran dan mengerjakan proyek-proyek yang lebih menantang. Tahun ketiga semakin banyak tawaran menggiurkan, bahkan harus memilih mana proyek yang mempunyai prospek bagus. Jika di tahun pertama dan kedua saya mengerjakan sebagian besar proyek itu sendirian, maka di tahun ketiga saya mulai banyak bekerja dalam tim. Ada tim yang menyenangkan. Ada tim yang tidak menyenangkan. Kadang menjengkelkan, tetapi tetap saja menarik untuk diperbincangkan.

Semakin hari saya semakin paham kenapa orang-orang menyebut istilah profesionalisme untuk mengukur seberapa hebat mereka menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. Profesionalisme di dunia kerja, apapun itu, akan selalu bisa tercapai jika kita selalu memberikan reputasi yang baik kepada klien atau atasan. Jika mereka terpuaskan, maka kita akan mendapatkan kredit yang baik.

Tidak semua proyek yang pernah saya kerjakan berjalan baik-baik saja. Beberapa dari situsweb yang saya kerjakan sudah tutup usia, tak pernah diperbarui lagi. Beberapa adalah proyek-proyek gagal terbit. Beberapa sudah habis masa pakainya. Beberapa masih dipelihara sampai sekarang.

Kerja lepas adalah pekerjaan yang menarik. Tak terikat waktu. Tak tertebak. Kadang dikejar deadline klien. Kadang tak selesai tepat waktu. Kadang bingung mau diapakan. Kadang sulit menjelaskan pekerjaan semacam ini. Kerja lepas tidak punya lembaga. Kerja lepas tidak cocok dimasukkan portofolio. Kerja lepas adalah mencari sebanyak-banyaknya pengalaman di ladang yang berbeda.

Paling tidak kita sudah mencoba memberikan manfaat kepada orang lain. Bukankah itu sebaik-baiknya tujuan bekerja (atau berkarya) itu?

  • merit hope

    Moshi Moshi,

    Hal ini untuk memberitahukan kepada masyarakat umum bahwa Nyonya, Merit berharap pemberi pinjaman kredit pribadi memiliki membuka peluang keuangan untuk semua orang yang membutuhkan bantuan keuangan. Kami memberikan pinjaman dengan bunga 2% untuk individu, perusahaan dan perusahaan di bawah syarat dan kondisi yang jelas dan mudah dipahami. hubungi kami hari ini melalui e-mail di: (merithope6@gmail.com)