Uncategorized

Mengenal HTML5

HTML (Hyper Text Markup Language) merupakan suatu bahasa dasar pembentuk suatu halaman web. HTML bukan merupakan bahasa pemrograman, karena tidak dapat melakukan pemrosesan data/informasi. HTML merupakan kode pemformatan sederhana yang ditulis dan disimpan dalam format ASCII. Jika sebuah halaman web diibaratkan sebuah foto, maka HTML adalah bingkai dari sebuah halaman web. Dimana di dalam bingkai tersebut dapat diisi oleh berbagai macam bahasa pemrograman (script) yang mendukung pemrosesan data/informasi, misalnya PHP, ASP, JSP, dll. Untuk memperindah tampilan bingkai dan isinya tersebut, dapat digunakan kode-kode tambahan yang berupa CSS (Cascading Style Sheet), JavaScript, Flash, Adobe Flex, Silverlight, dll.

HTML pertama kali dipublikasikan secara mendunia pada tahun 1990. Selama lima tahun pertama (1990-1995), HTML telah melalui beberapa revisi dan penambahan ekstensi, dimana pada awalnya disimpan (hosting) di CERN (Centre Européen de Recherche Nucléaire), dan kemudian IETF.

Dengan adanya W3C (World Wide Web Consortium), pengembangan HTML mulai mendapatkan tempatnya. Usaha pengembangan HTML pertama kali di tahun 1995 yang dikenal sebagai HTML 3.0 gagal, kemudian dilanjutkan dengan pendekatan versi HTML 3.2, yang diselesaikan pada tahun 1997. Diikuti HTML 4 yang selesai pada tahun 1998. Hingga pada akhirnya pada tahun 1999 muncul HTML versi 4.01, dan masih digunakan sebagai bahasa standar internet sampai saat ini.

Secara garis besar, terdapat empat tipe elemen HTML, yaitu :

  • Elemen structural, merupakan elemen-elemen yang menentukan level atau tingkatan suatu teks. Misalnya, penulisan <h1>HTML</h1>, akan memerintahkan browser untuk menampilkan tulisan “HTML” dalam bentuk tebal besar yang menunjukkan sebagai Heading 1.
  • Elemen presentational, merupakan elemen-elemen yang menentukan tampilan sebuah tulisan, tanpa memedulikan level tulisan tersebut. Misalnya, penulisan <b>HTML</b> akan menampilkan tulisan “HTML” dalam bentuk bold. Elemen-elemen presentational saat ini sudah mulai digantikan oleh CSS dan tidak direkomendasikan untuk mengatur tampilan.
  • Elemen hypertext, merupakan elemen-elemen yang menunjukkan pranala ke bagian dari dokumen tersebut atau pranala ke dokumen lain. Misalnya, penulisan , <a href=”http://www.wikipedia.org/”>Wikipedia</a>, akan menampilkan “Wikipedia” sebagai sebuah tautan ke URL tertentu. Konsep hypertext pada HTML memungkinkan kita untuk membuat link pada kelompok kata atau frase untuk menuju ke bagian manapun dalam World Wide Web.
  • Elemen widget, merupakan elemen-elemen yang akan membuat objek-objek lain seperti tombol (<button>), list (<li>), dan garis horizontal (<hr>).

HTML5

Pengembangan HTML ke versi selanjutnya mulai ditinggalkan W3C karena tidak ada ide yang diharapkan mampu melengkapi dan memperbaharui versi sebelumnya. Pada akhirnya fokus pengembangan W3C beralih ke standar XML dan XHTML. Namun demikian, para pengembang web menilai bahwa pengembangan versi HTML ke versi selanjutnya sangat dibutuhkan dengan memperhatikan konten web yang semakin hari semakin bervariasi. Tujuannya yaitu untuk membuat aplikasi web yang baru, mengatasi kekurangan HTML yang ditemukan, penambahan fitur baru, dan menentukan spesifikasi yang dibutuhkan HTML.

Melihat beberapa keinginan tersebut, sekelompok pengembang yang tergabung dalam Web Hypertext Application Working Group (WHATWG) pada tahun 2004 mengambil alih pengembangan platform web untuk versi baru. Mereka melakukan pengembangan dengan menghadirkan fitur-fitur baru yang secara khusus ditujukan untuk mengatasi kekurangan HTML yang ada. Hal ini seiring dengan kehadiran istilah Web 2.0 yang semakin kompleks dan kaya fitur.

Tak lama kemudian, pada tahun 2006 W3C ikut terlibat kembali dalam pengembangan HTML. Akhirnya di tahun 2008, W3C menerbitkan draft kerja pertama untuk HTML5. Para vendor berbagai browser berlomba-lomba untuk mulai menerapkan fitur HTML5 tersebut sampai saat ini, meskipun spesifikasi belum ditetapkan. HTML5 dinilai mampu memecahkan masalah-masalah yang praktis dalam pengembangan website. Berbagai bentuk percobaan/pengujian terhadap browser dilakukan untuk meningkatkan spesifikasi.

Dengan kemunculan spesifikasi baru HTML5, serentak para pengembang web di berbagai belahan dunia mulai mencari dan berdiskusi mengenai jenis fitur baru yang disediakan oleh HTML 5 ini. Fitur-fitur baru yang dimaksud (sampai tulisan ini dibuat) dapat diperinci sebagai berikut :

  • Kanvas (2D dan 3D)
  • Channel messaging
  • Cross-document messaging
  • Geolokasi
  • MathML
  • Microdata
  • Server-Sent events
  • Scalable Vector Graphics (SVG)
  • WebSocket API and Protocol
  • Web origin concept
  • Web storage
  • Web SQL database
  • Web Workers
  • XMLHttpRequest Level 2

Beberapa browser yang ada saat ini belum sepenuhnya mendukung semua fitur di atas. Akan tetapi, untuk kedepannya penyempurnaan atas fitur-fitur yang belum bisa didukung akan terus ditingkatkan kemampuannya oleh masing-masing vendor agar sepenuhnya dapat mendukung spesifikasi HTML5. Ada beberapa website khusus yang menyediakan aplikasi untuk menguji kemampuan fitur HTML5 di berbagai browser yang berbeda, misalnya di situs www.html5test.com.

Secara umum, HTML5 memperkenalkan banyak unsur markup baru yang dapat dibagi ke dalam tujuh tipe konten yang berbeda (Peter Lubbers 2010). Tabel di bawah ini menunjukkan pembagian elemen dalam HTML5 :

Pembagian Bentuk Elemen Baru HTML5

Tipe Konten

Deskripsi

Embedded Konten yang mengambil sumber daya (resources) lain ke dalam dokumen, misalnya audio, video, canvas, dan iframe
Flow  Elemen-elemen yang digunakan pada tubuh (body) suatu dokumen atau aplikasi, misalnya form, h1, dan small
Heading Header sebuah sesi, misalnya h1, h2, dan hgroup
Interactive  Konten yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung, misalnya kontrol audio atau video, button, dan textarea
Metadata  Elemen-elemen (biasanya ditemukan di bagian head HTML), yang membentuk suatu presentasi atau tampilan dokumen yang dimaksud, misalnya script, style, dan title.
Phrasing  Teks dan elemen-elemen teks markup, misalnya, mark, kbd, sub, dan sup
Sectioning Elemen-elemen yang mendefinisikan suatu sesi dalam dokumen, misalnya article, aside, dan title