Uncategorized

Review Aplikasi Musik di Android OS

Dulu ketika pertama kali memakai Android OS versi Froyo 2.2, aplikasi musik yang saya pakai adalah Music. Aplikasi tersebut sudah termasuk dalam paket aplikasi handheld yang saya beli ketika pertama kali. Berhari-hari memutar musik dengan aplikasi Music, rasanya ada yang kurang. Saya coba menggali berbagai macam aplikasi-aplikasi musik yang lebih keren untuk seukuran smartphone ini. Saya menemukan ada banyak aplikasi pemutar musik, aplikasi untuk berbagi rekomendasi & jaringan sosial, dan aplikasi pemeringkatan lagu yang sering diputar, baik yang gratis maupun yang berbayar.

Biasanya saya sesekali mencoba sambil membaca review serta rating dari aplikasi yang bersangkutan di halaman Android Market atau Googling sambil menikmati secangkir kopi hangat. Hingga pada akhirnya saya menemukan aplikasi-aplikasi yang sesuai dengan mood dan juga handheld saya. Setidaknya ada tiga aplikasi yang saya kombinasikan agar aplikasi-aplikasi ini bisa lebih kawin antara satu dengan yang lainnya. Aplikasi-aplikasi tersebut yaitu PlayerPro, Last.fm Scrobbler, dan Soundhound. Saya akan coba membahas satu per satu latar belakang tiap aplikasi tersebut. Silakan disimak baik-baik.

PlayerPro adalah salah satu aplikasi pemutar musik berbayar. Tentu Anda harus menggunakan sedikit trik jika menginginkan aplikasi ini dapat diperoleh secara gratis. Apa bedanya? Saya membandingkan aplikasi ini dengan aplikasi player yang pernah saya pakai, yaitu Music dan Winamp. Secara sederhana, tampilan Music dan Winamp hampir sama, hanya ada beberapa fitur yang sedikit berbeda, misalnya fitur sinkronisasi dengan PC yang dimiliki oleh Winamp. Jatuh cinta saya PlayerPro disebabkan karena aplikasi ini smart, tampilan cool, serta mudah digunakan, dibanding Music dan Winamp. Smart karena PlayerPro bisa mencari dan mendownload CoverArt dan ArtistArt secara otomatis dan manual untuk lagu-lagu yang terdeteksi pada library PlayerPro. Fitur ini tidak tersedia pada aplikasi Music dan Winamp, biasanya harus menggunakan aplikasi tambahan untuk mencari CoverArt, misalnya CoverArt Downloader. Cara penampilan CoverArt pun tidak terlalu kecil dan tidak di-list, sehingga dapat dilihat dengan jelas bentuk cover album yang bersangkutan.

Fitur lain PlayerPro yang membuat aplikasi semakin hebat yaitu bisa mencari, menyimpan, dan menampilkan lirik lagu yang sedang kita putar. Tampilan yang sederhana membuat aplikasi ini tampak cool, dengan menampilkan fitur umum seperti Rating, Library, Volume, PlayBack, Shuffle, Use as Ringtone, Sleep Timer, dan Share. Saya pernah mencoba menggunakan plugin tambahan untuk pengatur efek suara (equalizer). Namun, sepertinya saya merasa lebih natural jika didengarkan dalam kondisi default tanpa efek. Selain suara menjadi kotor (mbrebeg), kadang suara yang dihasilkan menjadi agak aneh. So, saya lebih memilih untuk membuang plugin tersebut. Oh ya, saya juga sempat mencoba aplikasi pemutar musik PowerAmp Music Player. Meskipun sudah built in equalizer, tapi saya kurang cocok dengan tampilannya yang sedikit ribet. Berikut beberapa screenshoot tampilan untuk PlayerPro :

 

Aplikasi selanjutnya yaitu Last.fm Scrobbler. Awalnya saya memasang aplikasi pada laptop saya setahun lalu. Scrobbler ini adalah sebuah aplikasi yang bisa merekam dan menghitung jumlah lagu-lagu yang telah kita putar pada media player yang kita gunakan. Kita harus membuat akun dulu pada www.last.fm. Di dalamnya menampilkan rangking lagu yang sering diputar dan disukai berdasarkan nama artis, album, serta genre. Selain itu, kita juga bisa memberi komentar ke user lain dan menambahkan sebagai teman. Yang unik, last.fm bisa mengukur selera musik antara satu pengguna dengan pengguna yang lain berdasarkan artis-artis yang lagu-lagunya sama-sama sering diputar. Ternyata aplikasi ini juga tersedia untuk music player di smartphone. Maka, tanpa pikir panjang saya langsung menduetkan aplikasi ini dengan music player pada gadget Androd OS ini. Ketika musik sedang diputar, maka akan ada notifikasi ‘Now Scrobbling’, berikut contoh tampilannya :

 

Aplikasi yang terakhir yang akan saya bahas yaitu Soundhound. Aplikasi ini dikenal sebagai aplikasi music recognition. Aplikasi ini bisa mengenali lagu yang sedang kita nyanyikan, juga ketika aplikasi music player kita memainkan sebuah lagu. Hanya dengan satu Tap, maka aplikasi ini akan mencari profil lagu-lagu yang sedang diperdengarkan kepada aplikasi ini. Beberapa fitur aplikasi ini yaitu Share, Buy, Lyric, serta rekomendasi lagu/artis yang sejenis dengan lagu yang berkaitan. Fitur yang saya sukai dari aplikasi ini yaitu kemampuannya untuk berbagi (Share) ke jejaring sosial Facebook dan Twitter, ketika kita sedang mendengarkan sebuah lagu, karena yang ditampilkan tidak hanya nama lagu dan artisnya saja, pada Facebook, CoverArt secara otomatis juga akan tertampil.

Salah satu kelemahan aplikasi musik yang ada jika digunakan di Indonesia yaitu tidak semua lagu masuk ke dalam database aplikasi yang dimaksud, misalnya library CovertArt dan lirik untuk lagu-lagu Indonesia. Selain itu, beberapa fitur untuk membeli lagu secara online masih belum dapat dilakukan secara efektif. So, silakan pilih aplikasi musik kesukaanmu!

Comments are closed.