Uncategorized

Berekspresi dan Berkreasi Melalui Media Sosial

Mungkin masih banyak yang belum tahu tentang manfaat-manfaat nyata dari penggunaan internet. Selama ini banyak generasi muda Indonesia yang cenderung mengikuti arus teknologi mainstream. Sebagian dari mereka tertarik menggunakan internet hanya karena kehadiran berbagai macam situs jejaring sosial atau pertemanan dewasa ini. Jika dahulu beberapa dari kita sempat terdaftar sebagai pengguna Friendster, maka sekarang telah beralih ke media yang lebih inovatif nan mendunia, sebut saja Facebook dan Twitter.

Selain kegiatan berjejaring sosial tersebut, banyak di antara kita yang memiliki pemahaman bahwa internet adalah media yang sebatas untuk mencari informasi yang akurat. Padahal jika kita jeli melihat peluang, banyak aktivitas-aktivitas lain yang bisa dilakukan melalui internet untuk meningkatkan kreativitas dan kepedulian kita. Tidak ada batasan siapa yang berhak dan tidak berhak menggunakan internet. Internet bukanlah barang mewah, melainkan teknologi yang membawa kita ke dunia yang lebih luas.

Netizen dan Aksi Sosial

Perkembangan teknologi di bidang internet saat ini mengarah pada konsep berbagi antar sesama manusia. Definisi Web 2.0 menghadirkan berbagai macam inovasi yang kaya fitur dan saling bersinergi. Individu-individu di berbagai belahan dunia semakin dimudahkan untuk menyuarakan aspirasi, pendapat, dan pemikiran mereka melalui platform media-media sosial online.

Kita bisa menuangkan tulisan-tulisan kita pada web pribadi atau blog yang dapat dibaca orang banyak. Kita dapat saling berbagi ilmu dengan pengguna internet yang lain melalui forum online. Kita dapat menuliskan pengalaman-pengalaman kita pada situs jejaring sosial kita. Kita dapat berbagi kepedulian dan perasaan melalui update status singkat pada jejaring informasi kita. Bahkan kita dapat dengan mudah mengikuti berbagai macam kompetisi online.

Komunitas blogger di berbagai daerah semakin hari semakin ramai oleh netizen dengan komposisi yang semakin unik dan berwawasan. Cerita-cerita yang muncul dari para blogger inilah yang kadang bisa memicu pembacanya untuk menyuguhkan cerita lain yang lebih menarik. Hebatnya, hasil karya tersebut dapat dibagikan dengan mudah kepada pengguna lain melalui situs jejaring sosial. Terkadang pula hasil buah pikiran tersebut dilombakan secara berkala di berbagai media sosial, seperti yang telah dilakukan oleh Kompasiana dan Tim Internet Sehat.

Lain halnya dengan Pak Hari, seorang tukang becak yang sering mangkal di Jalan Malioboro, DIY. Berkat kegigihannya untuk belajar mendalami pemanfaatan media sosial Facebook dan Twitter, ia telah mampu membuat jaringan wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke Kota Wisata Yogyakarta. Berbekal sebuah laptop, seorang warga masyarakat kelas bawah telah mampu menunjukkan bahwa peluang dan kesempatan untuk menjadi berbeda dengan yang lain masih ada. Kita masih ingat beberapa waktu yang lalu, penggunaan media sosial telah mampu menggetarkan hati masyarakat Indonesia. Kasus Prita Mulyasari atas ketidakadilan UU ITE tentang hak konsumen mendatangkan aksi penggalangan dana bertajuk ‘Koin untuk Prita’ yang pada awalnya dukungan disebar melalui jejaring sosial Facebook. Kasus Bibit-Chandra yang memperoleh dukungan lebih dari satu juta pengguna Facebook dalam seminggu atas tuduhan penyelewengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Atau Komunitas Jalin Merapi yang telah sukses menjaring banyak bantuan secara sigap melalui gabungan media telekomunikasi, media sosial, dan internet ketika terjadi bencana awan panas Gunung Merapi di sekitar DIY tahun 2010 lalu.

Dari fakta-fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa media sosial bukan hanya sekedar omong kosong belaka. Aksi-aksi tersebut telah berhasil membuktikan bahwa masih ada masyarakat Indonesia yang peduli dengan keadaan. Hal-hal semacam inilah yang sebenarnya harus dibiasakan dalam penggunaan media sosial sehari-hari. Tentu semua harus dilandasi dengan penggunaan internet yang sehat. Internet yang sehat adalah penggunaan internet yang tidak merugikan orang lain dan selalu memberi manfaat kepada orang lain dengan cara-cara yang baik.

Ekspresi dan Kreasi Generasi Muda

Generasi muda sebagai tonggak kemajuan zaman sudah seharusnya mulai peduli dengan pemanfaatan media sosial untuk berekspresi dan berkreasi. Dengan berekspresi kita dapat menyampaikan pendapat-pendapat kita agar dapat didengar oleh orang lain. Dengan berkreasi kita dapat menunjukkan hasil kerja dan upaya kita agar dapat diterima oleh orang lain. Kombinasi keduanya dapat kita manfaatkan untuk mengajak dan menularkan semangat kepada saudara-saudara kita yang lain dengan aksi-aksi positif.

Indonesia adalah negara demokrasi yang warga negaranya bebas berpendapat dengan etika-etika luhur. Di zaman seperti sekarang, perjuangan tidak harus dilakukan dengan menggelar aksi demo di jalanan. Jejaring sosial adalah media sosial baru berbasis jaringan internet yang bisa dimanfaatkan untuk menghimpun massa. Kita sudah melihat sendiri bagaimana sebuah media sosial telah mengakibatkan revolusi di beberapa negara Timur Tengah beberapa saat yang lalu.

Generasi muda juga harus tetap dididik menjadi netizen yang bertanggung jawab sejak dini. Masih ada saja pemuda pemudi Indonesia yang memanfaatkan media sosial untuk memberitakan hal-hal yang tidak perlu. Menyebar aib, fitnah, atau pembodohan yang jelas-jelas tidak pantas diberikan secara broadcast justru menimbulkan pikiran-pikiran dangkal di antara generasi muda.

Entah sudah berapa banyak grup-grup anti kelompok tertentu berbau manipulasi, adu domba, rasisme, kebohongan publik, cuci otak, dan sebagainya. Untungnya jejaring sosial dan informasi seperti Facebook dan Twitter sudah cukup mempunyai sistem kontrol yang baik dalam menangani hal-hal semacam itu. Tinggal bagaimana kesadaran kita sebagai pengguna untuk ikut memberantas kerikil-kerikil tersebut dimulai dari diri sendiri.

Setiap individu boleh-boleh saja menggunakan akun jejaring sosial mereka untuk tujuan apa pun. Indonesia masih bermimpi, jika suatu saat para pengguna media sosial tersebut mulai peduli dengan tujuan mulia bangsa ini. Bagaimana peran generasi muda agar bisa memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara, konflik-konflik internal, serta solusi terbaiknya. Saling mengingatkan sesama dalam memahami perbedaan, Bhinneka Tunggal Ika, nilai-nilai luhur Pancasila, dan tertib hukum Indonesia. Bangsa Indonesia masih membutuhkan suara-suara lantang pemuda pemudi Indonesia untuk membangun kedaulatannya yang makin rapuh dimakan kekuasaan.

Kita tentu bangga ketika Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-66 kemarin, ada sekelompok pemuda yang mempunyai ide untuk menyelenggarakan Kerek Bendera Online dan Upacara Virtual melalui media sosial online. Mereka mengajak netizen untuk ikut berpartisipasi memperingati sejenak detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia di dunia maya. Sebuah gerakan dan kreativitas generasi muda Indonesia yang masih cinta tanah airnya.

Aksi-aksi sosial semacam inilah yang harus ditumbuhkembangkan dalam penggunaan media sosial. Berbagai bentuk solidaritas, perayaan, dan inovasi lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, diharapkan dapat andil dalam menumbuhkan rasa bangga kita terhadap bangsa sendiri, Indonesia. Karakter penggunaan media sosial oleh generasi muda Indonesia senantiasa diberdayakan ke arah yang sehat dan positif.

Meskipun Indonesia masih dilanda berbagai macam masalah dan bencana, itu tidak menyurutkan kita yang masih muda untuk ikut membuktikan diri menjadi bangsa yang kuat. Suatu saat negeri yang termasuk di jajaran peringkat jumlah penduduk terbanyak di dunia ini dapat menjadi contoh bagi bangsa lain. Peran media sosial sebagai ladang untuk berekspresi dan berkreasi bagi setiap netizen sangat bermanfaat untuk menentukan jati diri bangsa di mata dunia pada masa yang akan datang.

Referensi :

1.    www.17an.org

2.    www.adityarizki.net/2011/06/menyikapi-pembodohan-karakter-jejaring-sosial

3.    www.internetsehat.org

4.    www.kalamkata.org