Uncategorized

Tutorial Teknik Komputasi dengan Scilab : Fungsi Pembulatan Angka

Fungsi pembulatan angka yang terdapat dalam Scilab terdiri atas beberapa jenis yaitu dengan menggunakan fungsi floor, round, fix, dan ceil. Masing-masing fungsi tersebut mempunyai dasar pembulatan angka yang berbeda-beda. Untuk mempermudah dalam memahami perbedaan atas kegunaan maupun cara penulisan untuk pembulatan angka skalar dan elemen matriks dari masing-masing fungsi tersebut dapat dilihat contoh hasil eksekusi pada setiap fungsi tersebut sebagai berikut :

a. Pembulatan angka skalar

-->floor(3.5675)
ans  =
3.  
-->round(3.5675)
ans  =
4.  
-->fix(3.5675)
ans  =
3.  
-->ceil(3.5675)
ans  =
4.

Untuk menuliskan operasi pembulatan angka dalam bentuk skalar pada Scilab dilakukan dengan cara menuliskan fungsinya (floor, round, fix, ceil) terlebih dahulu kemudian diikuti dengan nilai yang akan dibulatkan dan dituilis dalam tanda kurung. Selanjutnya ditekan tombol ENTER pada keyboard untuk melihat hasil eksekusi fungsi tersebut.

b. Pembulatan elemen matriks

-->P = [-1.09  4.56; 0.119  -3.42]
P  =
- 1.09     4.56  
0.119  - 3.42  
-->floor(P)
ans  =
- 2.    4.  
0.  - 4.  
-->round(P)
ans  =
- 1.    5.  
0.  - 3.  
-->fix(P)
ans  =
- 1.    4.  
0.  - 3.  
-->ceil(P)
ans  =
- 1.    5.  
1.  - 3.

Cara penulisan untuk melakukan operasi pembulatan elemen-elemen yang ada dalam suatu matriks dapat dilakukan dengan cara mendefinisikan elemen-elemen matriksnya terlebih dahulu ke dalam variabel tertentu (pada contoh di atas menggunakan P sebagai nama matriks). Kemudian untuk menuliskan melakukan operasi pembulatan angka terhadap setiap elemen yang ada dalam matriks tersebut cukup dituliskan nama fungsi (floor, round, fix, ceil) yang akan digunakan kemudian diikuti dengan nama matriks yang ditulis dalam tanda kurung.

Dari hasil eksekusi untuk masing-masing fungsi pembulatan angka di atas baik untuk operasi pada angka skalar maupun operasi pada elemen matriks tampak adanya perbedaan kegunaan dari masing-masing fungsi tersebut, yaitu sebagai berikut :

–   Fungsi floor, digunakan untuk melakukan pembulatan bilangan ke angka bulat bawah yang terdekat.

Misal : pada contoh di atas penggunaan fungsi floor untuk pembulatan bilangan(-1.09) menghasilkan hasil eksekusi berupa bilangan -2, karena -2 adalah bilangan bulat bawah yang terdekat dari bilangan desimal negatif (-1.09).

–  Fungsi round, digunakan untuk melakukan pembulatan bilangan ke angka bulat yang terdekat.

Misal : pada contoh di atas penggunaan fungsi round untuk pembulatan bilangan(4.56) menghasilkan hasil eksekusi berupa bilangan 5, karena 5 adalah bilangan bulat yang terdekat dari bilangan desimal positif (4.56) daripada bilangan 4.

–  Fungsi fix, digunakan untuk melakukan pembulatan bilangan ke angka bulat terdekat yang menuju ke nol.

Misal : pada contoh di atas penggunaan fungsi fix untuk pembulatan bilangan(3.5675) menghasilkan hasil eksekusi berupa bilangan 3, karena 3 adalah bilangan bulat terdekat yang menuju nol dari bilangan desimal positif (3.5675).

–  Fungsi ceil, digunakan untuk melakukan pembulatan bilangan ke angka bulat atas yang terdekat.

Misal : pada contoh di atas penggunaan fungsi ceil untuk pembulatan bilangan(-3.42) menghasilkan hasil eksekusi berupa bilangan -3, karena -3 adalah bilangan bulat atas yang terdekat dari bilangan desimal negatif (-3.42).

Jadi, pada intinya fungsi pembulatan angka pada Scilab digunakan untuk membulatkan angka dari hasil perhitungan maupun angka-angka pecahan (desimal) yang ditulis dalam bentuk scalar maupun matriks, baik itu pembulatan ke bawah atau ke atas.