Uncategorized

Catatan Akhir Kuliah

inspiration1Lega sekaligus bersiap diri ketika hari ini bendera pertarungan kuliah di semester 7 telah tertancap megah dalam pikiran saya. Lega karena jika semuanya lancar, maka hari ini adalah ujian terakhir saya selama mengikuti perkuliahan jenjang S1. Meskipun ini belum berakhir, setidaknya beban-beban mengikuti kuliah semester depan telah tiada, dan tiba saatnya untuk mengambil sks skripsi. Banyak pengalaman manis yang saya dapatkan selama perkuliahan di kampus. Banyak mengenal orang-orang hebat, berdiskusi dengan teman-teman sekampus, dan pencarian jati diri. Tidak bisa dipungkiri, semua itu sangat berpengaruh untuk diri saya. Ketika saya sedang bangga meraih angan, merencanakan harapan, hingga terpuruk dalam kegelisahan.

Kehidupan kampus terkadang menyenangkan, tetapi ada kalanya membosankan. Setiap hari berpacu melawan waktu dan kemampuan diri untuk memecahkan tugas-tugas, praktikum, belajar menjelang ujian, dan hal-hal lain. Terlebih ketika di masa-masa akhir semester, banyak teman-teman yang mengeluh karena ujian semakin dekat, di lain sisi banyak tugas-tugas akhir yang datang di saat bersamaan. Tak jarang yang harus rela menjejakkan kaki-kaki mereka seharian di kampus untuk berbagi dan bekerja bersama menyelesaikan semua itu.

Tak sedikit di antara mereka yang selalu semangat dan berjuang menyelesaikan tugas-tugas itu. Tetapi tak jarang pula ada yang kurang aktif dalam menanggapi semua itu. Entah karena mereka mudah menyerah, sudah tidak bernafsu kuliah,  atau karena hal-hal yang lain. Saya kira tak hanya di kampus, tetapi selama masa sekolah saya dulu, hal-hal yang demikian juga telah populer. Memang tidak ada salahnya memilih jalan tersebut, tetapi jika merepotkan orang lain rasanya ada yang kurang pas dan puas, terlebih jika pekerjaan tersebut adalah pekerjaan kelompok. Kemampuan setiap orang memang berbeda-beda, tetapi sesungguhnya dengan kemampuan yang berbeda-beda itu harusnya bisa saling mengisi antara satu dengan yang lain, terserah bagaimana caranya. Pada intinya, itulah yang sebenarnya filosofi saling berbagi yang mutualisme (saling menguntungkan).

Semester depan praktis saya sediakan hanya untuk merencanakan dan mengerjakan skripsi. Sampai saat ini saya sama sekali belum tahu, apa topik yang nanti akan saya ambil. Tetapi setidaknya saya sudah mempunyai kisi-kisi atau gambaran tema yang akan saya jadikan topik skripsi. Tentu pada saatnya nanti, saya harus aktif mencari dosen pembimbing yang tepat. Tentu sudah saatnya saya mencari banyak referensi-referensi berharga yang siapa tahu bisa banyak membantu.

Di lain sisi, saya mulai berkaca diri, apa sih yang selama ini sudah saya dapatkan dari semua ini (kuliah)? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini, terlebih dengan kemampuan saya menguasai seluruh materi dan prakteknya belum berimbang. Padahal sebentar lagi dihadapkan pada posisi dimana saya harus bekerja atau melanjutkan kuliah. Akhir-akhir ini saya menjadi tersadar akan hal tersebut, saya mulai mencarinya di tengah-tengah tumpukan jerami. Tak lama kemudian saya temukan senjata yang bagi saya begitu bermakna, yaitu membekali diri dengan hal-hal positif, apa pun itu. Semua didasari keyakinan hati bahwa saya harus bisa lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. Semua butuh proses, usaha, dan doa yang setiap saat harus diarahkan dan diteriakkan.

Beruntung saya bisa masuk di salah satu jurusan di universitas ternama negeri ini. Sejak dulu saya memang sudah mengimpikan bisa masuk di tempat ini dan ternyata inilah jalan saya. Saya bukan orang yang aktif dalam organisasi, karena sejatinya saya tidak suka berorganisasi. Mungkin banyak orang yang menganggap organisasi itu penting, tetapi bagi saya tidak ada bedanya antara organisatoris dengan non-organisatoris. Bagi saya, predikat dan kemampuan diri seseorang hanya bisa diasah melalui jalan pikiran masing-masing dan lingkungan yang baginya paling nyaman.

Ada saatnya kita menjadi minoritas, juga ada saatnya kita menjadi mayoritas. Bagaimana jika berada di antara dua kelompok tersebut dan memposisikan diri kita dengan nyaman? Jika saya ada di posisi minoritas, maka saya akan lebih banyak diam, mencoba tenang, dan tidak gegabah menerima pendapat-pendapat kelompok mayoritas. Jika saya ada di posisi mayoritas, maka saya akan mengajak dan menjaga diri agar kelompok minoritas tidak merasa tersinggung. Setiap orang boleh berpendapat, tetapi tidak semua pendapat mereka harus kita iyakan dan yakini. Kita tidak perlu melakukan apa yang banyak orang lakukan, tetapi akan sangat terhormat bila kita melakukan dengan cara kita sendiri dan sesuai keyakinan. Dengan begitu, saya berkeyakinan bahwa saya harus banyak menghormati hak berpendapat orang lain, serta menghargai perbedaan-perbedaan yang ada.

Terkadang ada hal-hal dan keadaan yang membuat kita tidak nyaman, emosi tersulut, dan mudah mengeluh. Tetapi saya selalu bisa menghadapi semua itu dengan sekepal inspirasi yang saya usahakan. Banyak inspirasi yang datang silih berganti, terkadang memproyeksikan masa depan, terkadang melihat kesuksesan dan kehebatan orang lain, atau hanya melakukan hal-hal yang bisa membuat saya terhibur. Saya suka mendengar banyak musik dengan kehebatan nuansa dan lirik lagunya, lalu kemudian mencoba memainkan nada-nada itu dengan cerna. Jika sedang terbakar oleh hasrat membaca, maka saya banyak belajar dari buku-buku apa pun itu, yang saya inginkan. Di situ lah banyak ditemukan intisari permasalahan dan solusinya, sehingga terkadang belajar dari sana. Ibaratnya yang menurut kita baik diikuti, dan sisanya cukup diketahui saja. Tidak hanya dari buku, sekarang sudah banyak media yang menghias bumi, dari surat kabar, televisi, mobile gadget, hingga internet. Saya kombinasikan semua itu untuk menyaring mana yang kolot dan mana yang berkembang maju.

Rintik hujan menetes turun dari langit, seperti mengiringi tangan-tangan ini menulis kisah ini. Mata melihat jauh ke depan, diterangi sorot cahaya tajam. Jiwa seakan mulai tumbuh, siap mencakar musuh yang menghalangi langkah. Good luck, masih banyak kesempatan di sana… Smile tetap perangi kemunafikan, lihat dunia dari segala penjuru, dan bulatkan tekad hijaukan bumi…