Uncategorized

Rock Is The Anthem Of Great Spirit

Dalam benak saya, selalu ada dua pandangan yang berbeda tentang musik rock. Mungkin banyak juga yang merasa demikian ketika pertama kali mendengar kata-kata “rock”. Di satu sisi rock dipandang sebagai suatu aliran musik yang dicirikan dengan irama beat yang cepat nan menggebu-gebu, di sisi yang lain rock hanyalah sebuah ungkapan untuk mengungkapkan perasaan baik melalui lagu atau sikap bahwa ia sedang bersemangat menjalani hidup, apapun itu.

Banyak orang bilang bahwa musik rock itu adalah musik yang liar, tak enak didengar, dan hanya didengar oleh kaum-kaum brandal. Ada benarnya juga mungkin, karena itu sebuah kenyataan untuk beberapa orang, tetapi jika Anda jeli melihat keadaan yang sesungguhnya, musik rock bukanlah musik yang liar. Musik rock banyak dibuat untuk merayakan  sebuah kemenangan, dengan banyak tema. Tidak hanya bercerita tentang cinta kepada lawan jenis, tetapi kepada semua manusia, alam, dan kehidupan. Berbeda dengan lagu-lagu pop yang lebih banyak bertemakan cinta kepada lawan jenis, perselingkuhan, patah hati, dll.

Saya jadi teringat Indonesia di era 70’an, musik rock dianggap sebagai musik “ngak ngik ngok” oleh bung Karno pada saat menjadi presiden. Oleh karenanya, musisi-musisi rock waktu itu banyak yang dicekal, tidak boleh manggung, bahkan sampai di penjara, salah satu korbannya adalah Koes Plus. Musik rock dianggap sebagai musik yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, dan banyak menimbulkan masalah dimana-mana.

Kejadian tersebut untunglah tidak berlangsung lama, kebebasan berekspresi mulai didengar banyak orang, terlebih tak lama kemudian kepemimpinan Bung Karno digantikan oleh Soeharto. Perlahan-lahan musisi-musisi rock mulai diberikan tempat. Grup-grup seperti God Bless dan yang semacamnya di era 80’an mulai menunjukkan taringnya, menyemarakkan kehidupan musik rock tanah air. Beberapa diantara mereka sukses menjadi idola bangsa, konser-konser mulai banyak digelar.

Tak lama kemudian menjelang tahun 90-an mulai diadakan penghargaan kepada musisi-musisi tanah air. Mereka telah sadar, bahwa musisi-musisi Indonesia patut dihargai karya-karyanya. Genre pop, rock, dan jazz, waktu itu masih mendominasi sebagian besar genre musik yang ada di Indonesia dengan format band, female singer, & male singer.

Rock telah bangkit hingga millenium ketiga ini. Indonesia yang terdiri dari banyak penduduk ini, ternyata juga banyak menghasilkan musisi-musisi berbakat yang menghiasi dunia permusikan Indonesia. Berbagai kejuaraan dan festival untuk menjaring bibit baru semakin sering diadakan. Akan tetapi belakangan, banyak yang kesal melihat bahwa menjadi popularitas di tengah bangsa ini menjadi semakin mudah. Orang mudah terkenal jika lagu mereka bisa dijual (jualan), kualitas nomor dua, yang penting laku. Semakin banyak orang yang mengaku mempunyai musik rock, padahal sebenarnya bukan.

Itulah bukti bahwa rock melambangkan sebuah “anthem” yang dinyanyikan ketika merayakan kemenangan. Rock telah membuktikan diri mampu bangkit di tengah-tengah era yang anti musik rock. Rock semakin digemari, rock masih bertahan hingga ke pelosok-pelosok yang jarang didengar, atau sering disebut underground. Mereka tak butuh popularitas, mereka hanya ingin berkreasi menunjukkan samangatnya. Membuktikan diri di belakang garis minoritas mengalahkan genre-genre musik yang ada.

Meskipun kadang konser-konser musik rock di Indonesia sering menjadi masalah hingga membawa banyak korban, termasuk tawuran hingga berdesak-desakan saat menonton konser, bagi saya itu adalah tindakan yang sangat konyol. Itu hanya akan membuat nama musik rock sarat dengan kekerasan dan anti perdamaian. Maka tak ada salahnya seringkali sang artis berteriak-teriak untuk menggalang aksi damai ketika mereka manggung. Itu adalah tindakan yang patut dicontoh, dan juga jangan hanya berbicara, tetapi cobalah para artis untuk selalu memberikan energi positif kepada penggemar-penggemar mereka. Rocker adalah panutan bagi pemuja-pemujanya, jika mereka berbuat positif maka mereka tentu akan ditiru dan dicontoh oleh pengikutnya. Sebuah kekuatan yang luar biasa.

Menjadi seorang penggemar musik rock juga tak harus bersikap urakan. Itu adalah sebuah pembodohan, yang terpenting bagi setiap individu adalah bagaimana ia melakukan tindakan seperti yang dilukiskan dalam musik rock itu sendiri. Tak pantang menyerah dan selalu berpikir positif menghadapi setiap rintangan di depan. Rock tidak mengenal latar belakang, ia diciptakan untuk dinikmati semua kalangan. Itulah sesungguhnya yang dimaksud dengan “Great Spirit”.
Keep Rock n Roll & Be Yourself, Fellas!!!