Uncategorized

Mobile Photo Printer

Berapa jumlah foto yang Anda simpan dalam komputer atau ponsel? Berapa diantaranya yang telah Anda cetak? Rasanya, separuhnya pun tidak, bukan? Selain karena “kemalasan” mendatangi tempat percetakan foto, harga yang harus ditebus untuk setiap lembar cetak foto masih cukup tinggi. Untunglah, kini telah ada teknologi baru yang memungkinkan Anda mencetak foto dengan murah dan cepat, yakni mobile photo printer.
Berbeda dengan mencetak foto menggunakan photo printer pendahulunya, teknologi anyar pencetakan foto ini tidak lagi menggunakan tinta. Karena ketiadaan tinta dengan ukuran cartridge yang cukup memakan tempatt ukuran mobile photo printer dapat diperkecil. Kata “mobile” disematkan pada perangkat ini karena beberapa printer dilengkapi dengan teknologi wireless untuk menerima perintah pencetakan.
Generasi Awal
Pada 2007, Zink (kata bentukan dari “Zero Ink” anak perusahaan Polaroid yang baru didirikan mengumumkan teknologi pencetakan tanpa tinta. Selanjutnya, bersama induknya, perusahaan ini mengembangkan printer mungil yang tidak akan mengotori baju Anda dengan bocoran tinta. Printer mungil ini diberi nama PoGo printer portabel tanpa tinta generasi pertama yang ada di pasaran.
Printer PoGo terhubung dengan kamera digital melalui seutas kabel USB, yang memungkinkan kamera dan printer terhubung langsung tanpa perantara komputer. Selain itu, printer ini juga dilengkapi dengan teknologi Bluetooth, yang memungkinkan terhubung dengan ponsel tanpa perantara kabel USB. Keduanya (ponsel dan printer) dapat diprogram untuk berkomunikasi secara wireless.Selain dengan induknya, sampai saat ini Zink telah bekerja sama dengan tiga perusahaan lain untuk menciptakan printer serupa. Zink juga tengah mengembangkan sebuah perangkat yang menyerupai kamera Polaroid zaman kuno : perangkat two in one yang menggabungkan kamera digital dan printer dalam satu kemasan. Ke depan, Zink berharap teknologinya juga diadopsi oleh ponsel.
Kristal Warna
Bagaimana mungkin bisa mencetak di atas kertas tanpa menggunakan tinta? Pertanyaan ini mungkin mengganggu Anda sejak awal. Namun, bagi yang menggeluti dunia fotografi tradisional yang mengenal istilah film negatif dan kertas positif jawaban atas pertanyaan tersebut pasti sudah menempel di kepala Anada. Kuncinya terletak “di dalam kertas” itu sendiri.
Sebelum proses pencetakan dilakukan, kertas terlihat seperti biasa: putih. Seperti yang telah disinggung di atas, semua (warna) yang dibutuhkan untuk menampilkan gambar foto tersimpan di dalam kertas. jadi, alih-alih menggunakan tinta untuk melumuri permukaan kertas, proses pencetakan justru memunculkan wana yang telah tersimpan di dalam kertas sebelumnya.
Setiap helai kertas foto Zink mengandung kristal celup (dye crystals): sebagian dapat berubah menjadi warna cyan, sebagian magenta, dan sebagian lagi yellow. Sebelum dilakukan proses pencetakan, kristal-kristal ini tidak dapat ditangkap oleh mata, dan tidak berwarna. Untuk memunculkan warna dari kristal-kristal tersebut, dilakukan proses pemanasan.
Proses pemanasan ini menyebabkan reaksi kimia dari kristal-kristal tersebut, yng mengubahnya dari tidak berwarna menjadi kaya warna. Untuk melihat lebih dekat bagaimana cara kerja kertas foto ini, mari perhatikan lapisan yang terkandung di dalamnya :

  • Lapisan dasar (base layer), merupakan lapisan pertama yang menjadi tempat bagi lapisan-lapisan kristal warna. Pada kertas foto PoGo, lapisan ini memiliki sisi belakang berbahan perekat sehingga foto yang telah jadi bisa ditempel seperti stiker.
  • Lapisan pencitraan cyan (cyan imaging layer), merupakan lapisan pembentuk gambar, yang akan melepaskan warna cyan bila dipanasi dengan temperatur rendah dalam kurun waktu yang lama.
  • Lapisan pencitraan magenta (magenta imaging layer) lapisan yang melepaskan warna magenta bila dipanaskan dengan temperatur sedang dalam waktu yang sedang.
  • Lapisan pencitraan yellow (yellow imaging layer) lapisan ini melepaskan warna kuning bila dipanaskan dengan temperatur tinggi dalam waktu yang singkat.
  • Lapisan pelindung (overcoat layer) lapisan ini melindungi permukaan kertas foto dengan bahan polymer bening, yang menjaga kualitas foto dari bias yang mungkin ditimbulkan oleh sinar, panas, dan air. Lapisan ini juga membuat tampilan kertas foto menjadi glossy atau mengkilap.

Di antara ketiga lapisan pencitraan di atas, diselipkan interlayer yang menjaga agar masing-masing lapisan tidak saling bercampur. temperatur rendah dan waktu yang lama (dalam proses pelepasan warna cyan) sebenarnya tidaklah rendah dan lama. Temperatur yang digunakan berkisar antara 100-200 derajat Celcius, dan waktu pemanasan 16 millisecond (16/10000 detik).

Sumber : PC Mild Edisi 12/2009 (11-24 Juni 2009)