Uncategorized

Membedah Isi Data Storage Laptopku

Komputer merupakan sebuah piranti multimedia yang mampu melakukan banyak tugas dan fungsi. Sebuah komputer dapat melakukan pengolahan bit-bit data yang jumlahnya sangat banyak dalam waktu yang begitu cepat dan akurat. Mungkin banyak diantara para pengguna komputer dalam kehidupan sehari-hari tidak menyadari bahwa ketika pengguna memberikan perintah tertentu kepada sebuah komputer melalui alat input (misalnya keyboard) untuk menuliskan sebuah karakter agar tertampil di layar output ternyata membutuhkan proses yang begitu rumit.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang terus berlanjut, kemampuan sebuah sistem komputer semakin hari semakin meningkat. Hal ini dapat diketahui dari sejarah munculnya komputer itu sendiri dari sebuah komputer yang berukuran besar, proses yang lambat, dan minim fitur, kini menjadi sebuah komputer yang ukurannya jauh lebih kecil, proses yang cepat, dan kaya fitur. Dalam sistem komputer, sebuah input (masukan) akan diproses terlebih dahulu agar dapat menghasilkan output (keluaran) yang sempurna. Untuk menghasilkan output yang maksimal, sebuah komputer harus mempunyai kebutuhan sistem yang memadai, baik dari sisi hardware (perangkat keras) maupun software (perangkat lunak).
Saat ini saya menggunakan laptop berjenis Axioo Centaur MLG712 berukuran 14 inci yang sudah berumur kurang lebih dua tahun sejak pertama kali membeli. Laptop saya ini mempunyai memory RAM sebesar 1 GB dengan kapasitas harddisk sebanyak 120 GB. Sebenarnya memory yang ada di dalam laptop saya masih dapat dilakukan upgrade menjadi 2 GB, karena kebetulan tipe RAM laptop saya adalah DDR2 (mempunyai 2 slot memory). Mungkin suatu saat nanti jika saya benar-benar membutuhkan dan ada kesempatan, saya akan mencoba untuk melakukan upgrade RAM menjadi 2 GB. Memory sebesar 1GB saya rasa sudah cukup untuk melakukan berbagai aktivitas yang saya lakukan dengan laptop ini, meskipun kadang-kadang masih terasa berat jika digunakan untuk aktivitas yang banyak secara bersamaan. Selain besarnya memori RAM, faktor lain yang menentukan kecepatan sistem komputer adalah besarnya clock. Untuk laptop saya, besarnya clock ini mencapai 1,73 GHz.
Dengan kapasitas harddisk yang mencapai 120 GB, saya memilih untuk membagi hardisk tersebut menjadi beberapa drive. Hal itu saya lakukan untuk mempermudah dalam melakukan manajemen file secara teratur. Saat ini saya membagi hardisk saya ke dalam 5 drive, yaitu drive C: (30 GB /TFS) untuk menempatkan file system dan aplikasi Windows XP beserta data My Documents; drive D: (30 GB / FAT) untuk menyimpan file musik terbaru dan video klip/konser; drive E: (30 GB / FAT) untuk menyimpan file musik lama, film, master software, dan gambar/foto; drive F: (15 GB / FAT) untuk data kuliah dan file guitar pro; dan sisanya untuk file system Ubuntu 9.04 (15 GB / EXT4). Kebetulan saya menggunakan dua sistem operasi dalam satu laptop yang telah saya setting sebagai dual boot, yaitu Windows XP Professional SP3 (genuine/asli) dan Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope (open source). Memang tidak bisa saya pungkiri bahwa kebanyakan software yang saya gunakan dalam Windows XP adalah bajakan. Akan tetapi, hal tersebut semata-mata saya gunakan untuk belajar lebih banyak tentang dunia teknologi informasi dan komputer, bukan untuk tujuan komersil. Begitu juga dengan file-file multimedia yang saya miliki, hanya untuk koleksi pribadi. Berikut gambaran umum jumlah kapasitas hardisk yang masih tersisa pada masing-masing drive :
Setelah saya hitung dengan bantuan fasilitas Disk Space Explorer pada Tune Up Utilities 2009, ternyata jumlah keseluruhan file dalam harddisk berjumlah sekitar 382.226 file. Hasil tersebut merupakan file yang terbaca (hasil scan) pada sistem Windows XP. Sedangkan apabila jumlah file yang tersimpan dalam sistem operasi Ubuntu 9.04 ikut dihitung, maka jumlah file-nya akan lebih dari itu.
Data multimedia yang paling banyak saya koleksi adalah file musik digital MP3 (keseluruhan sekitar 37GB), karena saya sangat menyukai musik, sisanya ada video klip, video konser, dan film-film yang belum sempat saya tonton. Semakin bertambahnya data yang saya miliki, lama kelamaan dengan kapasitas sebanyak 120 GB, saya terkadang masih kurang. Disamping itu, saya juga masih sering mengoleksi berbagai jenis file musik digital yang setiap hari selalu ada yang baru. Terlebih dengan adanya koneksi internet di kost yang mendukung untuk melakukan download file apapun yang saya inginkan. Padahal, ketika saya masih duduk di bangku SMP, kapasitas harddisk komputer sebanyak 10GB sudah dikatakan begitu besar. Terlebih lagi harga media data storage kian hari semakin murah dan terjangkau dengan menawarkan kapasitas yang semakin besar. Beberapa waktu lalu, saya melihat pameran komputer dimana sudah banyak laptop yang mempunyai kapasitas harddisk mencapai 320GB. Inilah salah satu kehebatan teknologi, semakin hari harga jual produk lama semakin murah dan produk baru yang ditawarkan selalu lebih hebat dari produk/generasi sebelumnya. Berikut statistik jumlah, ukuran, dan persentase data yang tersimpan dalam seluruh hardisk berdasarkan tipe datanya :
File-file data digital yang ada dalam hardisk laptop saya tentu mempunyai tipe file yang berbeda-beda.Saya mengatur semua itu dengan mengelompokkan semua file tersebut menurut kategori tertentu. Misalnya dalam hardisk saya terdapat kumpulan file musik yang terbagi atas kumpulan Lagu Indonesia Terbaru, Lagu Indonesia Lama, Lagu Barat Terbaru, Lagu Barat Lama, File MIDI, Lagu Kenangan, dan Lagu Nasional. Kemudian, ada juga kumpulan file-file kuliah dari semester awal hingga semester terakhir yang saya kelompokkan menurut tingkat semester dan nama mata kuliah yang diambil. Begitu juga dengan file foto dan gambar yang saya kelompokkan berdasarkan tanggal pengambilan (untuk foto) dan jenis gambar (untuk gambar bitmap). Untuk file-file yang masih baru dan berukuran kecil, misalnya file hasil download atau data aplikasi yang belum selesai diedit atau masih bingung akan ditempatkan dimana file-file tersebut, maka saya menggunakan My Documents untuk sementara waktu. Jika ada waktu luang tentu akan saya sempatkan untuk mengatur kembali penyimpanan file tersebut sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Semua kategori dan kumpulan file saya pisahkan dengan membuat folder dan subfolder sesuai dengan kategorinya masing-masing dengan penamaan yang sesuai dan mudah dikenali. Langah tersebut saya lakukan untuk memudahkan saya ketika ingin mencari file/data yang saya inginkan tanpa harus dipusingkan dengan mencari satu per satu isi hardisk secara keseluruhan. Jikalau saya lupa dimana letak suatu file yang saya inginkan, saya terpaksa harus menggunakan fasilitas Search yang ada di dalam sistem operasi yang saya gunakan.
Bagi saya, semua data yang ada di dalam laptop saya adalah file-file yang penting, meskipun tidak semuanya. Terkadang saya sangat menyayangkan ketika ada beberapa data yang hilang atau terhapus, karena khawatir jika pada suatu saat masih dibutuhkan. Untuk menghindari itu semua, cara yang sering dilakukan untuk melindungi data-data yang sangat penting yaitu dengan melakukan duplikasi (back up) data. Artinya kita membuat salinan data-data yang penting tersebut untuk disimpan dalam media penyimpanan lain yang terpisah dan aman. Selain itu, fungsi dari back up data yaitu untuk menampung file yang “over loaded”, artinya file-file yang jarang dibuka atau digunakan tetapi suatu saat masih diperlukan, sehingga tidak menghabiskan kapasitas isi hardisk. Seperti yang sering saya lakukan yaitu dengan melakukan back up data menggunakan keping CD atau DVD. Data yang sering saya back up adalah file koleksi musik yang jarang diputar, beberapa film yang belum sempat ditonton, serta kumpulan berbagai macam software (master). Akan tetapi, jika memang data-data tersebut sudah terlanjur terhapus (terformat), maka sekarang sudah banyak dijumpai software komersil maupun non komersil yang mampu mengembalikan data-data yang sudah terhapus, meskipun sudah terformat sekalipun. Back up data juga diperlukan seseorang untuk menyelamatkan data-data penting ketika seseorang akan melakukan perbaikan sistem (instalasi ulang) yang memanfaatkan pembagian partisi. Jadi, untuk mencegah kehilangan data atau hal-hal yang tidak terduga sebelumnya, maka tidak ada salahnya data yang dianggap penting diduplikasikan (digandakan/back up) terlebih dahulu.
Dari uraian-uraian tentang gambaran isi laptop saya di atas, dapat diketahui beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga agar suatu data mudah untuk dicari dan tersimpan aman. Agar suatu data dapat ditentukan lokasinya dalam suatu gudang data yang besar, maka jalur yang dituju untuk pencarian data tersebut harus jelas. Misalnya dengan penamaan kategori informasi folder yang tepat, terurut, dan konsisten akan menghasilkan jalur pencarian data yang mudah untuk dipahami, tanpa memerlukan informasi yang berbelit-belit. Kemudian untuk menjaga agar data yang tersimpan tetap aman dan awet, maka dapat dilakukan dengan cara melakukan duplikasi data, yaitu dengan melakukan back up data ke media penyimpanan yang terpisah. Back up data dimanfaatkan terutama untuk data-data penting. Tentu masih ada banyak hal yang masih harus dibenahi dalam penataan isi harddisk dalam laptop saya. Hal ini sangat berkaitan dengan teknik pengelolaan data (data mining) dan gudang data (data warehousing).

ditulis oleh :
Aditya Rizki Yudiantika
07/252677/TK/33945