Uncategorized

Berkenalan dengan Fabric PC, Notebook Masa Depan

Coba bayangkan ketika suatu saat Anda berjalan ke kampus dengan menenteng sebuah notebook ekstra tipis berbalut kain. Anda berjalan dengan santai dan mengayun-ayunkannya ke depan dan ke belakang. Tiba-tiba, notebook yang berbobot kurang dari setengah kilo tersebut jatuh di selasar kampus, dan terinjak! Tanpa rasa khawatir, Anda memungutnya, membersihkan casing notebook dengan menepuk-nepuknya, dan kemudian kembali berjalan menuju ruang kuliah.
Begitu tiba di kelas, Anda membuka notebook tersebut, menyalakannya, dan membuka file-file perkuliahan hari itu. Cerita di atas bukanlah cerita fiksi sains karena Fujitsu Inc. sudah mempersiapkan prototipe notebook di atas dengan nama Fabric PC. Alih-alih dibalut casing berbahan logam, plastik atau fiber seperti sekarang, notebook besutan Fujitsu tersebut dibungkus casing berbahan kain yang kuat, namun lunak.
Demikian pula dengan monitornya yang fleksibel, bisa dilengkungkan tanpa takut patah atau pecah laiknya kertas yang dilaminating. Diperkirakan dalam dua hingga sepuluh tahun ke depan, notebook kain yang diprediksi akan menggantikan binder note dan buku agenda ini sudah bisa dipasarkan. Sebenarnya, komponen pembentuk kain ini sudah bisa kita temukan di pasar.
Komponen Fabric PC
Pada dasarnya, notebook yang ada sekarang terdiri dari banyak komponen individual yang dirakit dan dikemas dalam sebuah casing yang kaku. Tidak hanya casing, jeroan notebook tradisional juga berukuran besar dan kaku. Katakanlah layar atau monitor yang merupakan komponen terbesar dalam sebuah notebook. Disusul oleh hardisk optical drive, dan baterai, yang masuk ke dalam daftar komponen berbadan bongsor.
Lantas, komponen seperti apakah yang ditanamkan dalam Fabric PC sehingga membedakannya dari notebook tipe yang ada sekarang ini? Paling tidak ada tiga komponen utama dalam desain Fabric PC yang memungkinkannya berbeda dengan notebook tradisional. Pertama, monitor tidak lagi menggunakan LCD yang tebal dan kaku, melainkan e-paper yang tipis dan lentur.
Kedua, penggunaan casing berbahan kain yang kuat namun lunak, menggantikan casing berbahan metal, plastik, atau fiber yang kaku. Komponen-komponen individual disalamnya mungkin tetap kaku seperti yang ada sekarang, namun dirakit dalam kemasan yang lembut. Bayangkan kancing, emblem, dan aksesoris yang lain terbuat dari plastik atau logam yang dijahit di atas kain yang berbahan jeans atau beludru.
Yang terakhir, pemilihan komponen-komponen individual yang sekecil dan seringan mungkin. Selain itu, komponen-komponen yang tidak esensial akan ditinggalkan. Pendekatan minimalis pada desain komputer ini telah ada, dan menjadi tren belakangan (ingat notebook dan mini PC). Sebagai contoh, penggunaan solid state drive (SSD) yang lebih kecil dan ringan menggantikan harddisk yang besar dan berat.
Sama dengan sebagian besar netbook yang ada sekarang, optical drive tidak lagi digunakan mengingat kecepatan download file secara wireless sudah relatif cepat. Selain itu, penggunaan e-paper sebagai monitor akan menekan kebutuhan daya sehingga ukuran baterai akan menjadi target penyusutan ukuran selanjutnya. Seperti yang disebutkan di atas, semua komponen tersebut sudah bisa kita temukan di pasar.
E-paper
Layar yang tipis dan lentur adalah komponen kunci dari desain Fabric PC. Teknologi e-peper telah dirintis sejak 1970-an oleh Nick Sheridan dari Xerox Palo Alto Research Center., dan terus berkembang sejak saat itu. Sekarang, terdapat beberapa variasi implementasi dari konsep dasar e-paper. Salah satu contoh implementasi teknologi e-paper adalah e-ink yang dikembangkan oleh E Ink Corporation.
Salah satu jenis e-paper ini dibuat dari sejenis plastik yang sangat tipis, yang memiliki jutaan pori-pori mengandung mikrokapsul, dan terhubung dengan perangkat mikroelektronika uang dilekatkan pada sisi-sisi lembar plastik tersebut. Perangkat mikroelektronika ini mengatur mikrokapsul agar bermuatan positif atau negatif, yang akan menimbulkan warna tertentu.
Sebagai ilustrasi, jutaan mikrokapsul ibarat sebuah bola pantai yang besar dan transparan. Setiap bola pantai diisi dengan ratusan bola pingpong yang kecil. Bola pantai ini tidak diisi udara, melainkan cairan berwarna biru. Bila diperhatikan dari atas, Anda akan menyaksikan bola-bola ping-pong mengambang menutupi permukaan bola pantai, yang menjadikannya terlihat berwarna putih.
Namun bila diperhatikan dari bawah, warna birulah yang terlihat dari bola ini. Sekarang, jika bola-bola pantai ini disusun di sebuah lapangan, dan bola-bola pingpong bergerak-gerak antara sisi atas dan bawah, Anda akan menyaksikan perubahan warna dari susunan bola-bola pantai tersebut. Dalam kenyataannya, mikrokapsul ini hanya berukuran 100 micron (1/10.000 cm).
Satu inci e-paper dapat dipenuhi oleh kurang lebih 100.000 mikrokapsul. Dalam setiap mikrokapsul tersebut terdapat ratusan chip kecil yang berpigmen. Ketika muatan listrik dihantarkan dalam mikrokapsul tersebut, chip-chip yang berada di dalamnya akan mengambang ke permukaan atau tenggelam ke dasar mikrokapsul. Timbul dan tenggelamnya chip inilah yang membentuk gambar pada e-paper.

sumber : PC Mild edisi 18 – 31 Agustus 2009