Uncategorized

Virus Komputer, si Pembawa Sial

Salah satu yang menonjol dan hal yang paling ditakuti oleh para pengguna komputer adalah virus, karena sifatnya yang cenderung destruktif. Sebuah virus yang masuk ke dalam sebuah komputer mampu menyebabkan komputer korban tidak dapat bekerja dengan baik, terkadang hanya membuat aplikasi-aplikasi yang tertanam di dalamnya tidak dapat dijalankan, membuat komputer tidak normal dan tidak dapat booting, bahkan tidak jarang menghapus data-data penting sekalipun. Hal inilah yang membuat banyak pengguna individu, perkantoran, maupun perusahaan besar sangat kesal dengan apa yang telah dilakukan si virus tersebut.

Disebut virus komputer, karena program perusak ini memiliki banyak kesamaan dengan virus biologis yang telah lebih dulu dikenal. Keduanya memiliki pola penyebaran yang sama. Manusia yang terinfeksi sebuah virus akan menulari manusia lain yang melakukan kontak dengannya. Demikian pula komputer yang terjangkiti virus, dia akan menulari komputer lain yang berbagi file dengannya.

Kesamaan lainnya terletak pada pola reproduksi. Karena tidak dapat mereproduksi dirinya sendiri, virus biologis menyuntikkan DNA-nya ke dalam sel tubuh manusia, dan memanfaatkan sistem reproduksi sel untuk berkembang biak. Hal yang sama berlaku pula pada virus komputer. Untuk meluncurkan serangan, virus komputer menunggangi sejumlah program atau dokumen lain.

Pada saat program atau dokumen yang telah terinfeksi dijalankan, virus komputer akan menginfeksi program atau dokumen lainnya. Sifat-sifat khusus di atas yang membedakan virus dengan malware lain seperti worm, malware, yang bisa menyabarkan dan menggandakan dirinya sendiri atau spyware, malware, yang bisaanya berjalan sebagai program standalone.

Sejarah Virus

Virus komputer kali pertama menyebar pada akhir 1980-an karena beberapa faktor. Faktor pertama adalah meluasnya pemakaian PC. Sebelum 1980-an, komputer rumahan hamper dapat dikatakan belum ada atau hanya berupa mainan. Komputer yang sesungguhnya masih sangat jarang, dan hanya digunakan oleh “para ahli” dari kalangan tertentu.Faktor kedua adalah penggunaan komputer bulletin board. Orang-orang dapat men-dial up sebuah bulletin board menggunakan modem, dan men-download berbagai jenis program komputer yang paling popular pada masa itu adalah game, kemudian disusul oleh word processor, spreadsheet, dan aplikasi produktif lainnya.

Bulletin board pulalah yang mengantarkan sebuah virus perintis yang dikenal sebagai Trojan horse. Virus-virus generasi pertama tersebut merupakan sekumpulan kode yang disusupkan kr dalam program yang umum digunakan oaring pada waktu itu, seperti game atau word processor popular.

Ketika seseorang men-download program yang telah diinfeksi dengan kode-kode jahat tersebut dari bulletin board, dan menjalankannya di PC, virus me-loading dirinya ke dalam memory, dan mulai bekerja mencari program lain yang akan diinfeksi. Selanjutnya, penularan virus terjadi bila program yang telah terinfeksi diberikan kepada pengguna lain, baik melalui media floppy disk maupun di-upload ke bulletin board.

Evolusi Virus

Salah satu perkembangan penting yang berhasil diraih oleh virus adalah kemampuannya masuk ke dalam memory, dan tetap berjalan di belakang layar selama komputer menyala. Hal ini memberikan keleluasaan bagi virus untuk mereplikasi dirinya secara efektif.

Perkembangan penting lainnya adalah kemampuan menginfeksi boot sector pada floppy disk dan hard disk. Boot sector adalah program kecil yang merupakan bagian pertama dari operating sistem yang di-loading ke dalam memory, saat komputer pertama kali dinyalakan. Dengan meletakkan kode-kodenya pada boot sector, sebuah virus memastikan dirinya akan tereksekusi dan aktif di komputer.

Virus yang ada di boot sector dapat menginfeksi boot sector setiap floppy disk yang dimasukkan ke dalam komputer yang telah terinfeksi. Jamaknya penggunaan komputer bersama seperti di rental komputer, warnet, atau kampus menjadikan penyebaran virus ini semakin tak terkendali.

Era kejayaan virus boot sector surut, karena ukuran program komputer yang semakin tambun tak lagi memungkinkan ditampung dalam sebuah floppy disk. Sebagai gantinya, program-program komputer didistribusikan di dalam CD yang tidak dapat ditulis (read-only). Namun, siklus kehidupan selalu berputar. Apa yang pernah terjadi pada masa silam, pasti akan terulang di masa depan.

Begitu pula dengan pola penyebaran virus komputer. Virus telah menemukan jalan lain untuk menyebarkan dirinya, yakni melalui e-mail dan penggunaan USB flash disk. Penyebaran virus komputer via Internet bukan barang baru, namun telah berlangsung sejak era bulletin board.

Bila dulu virus disebarkan melalui bulletin board, sekarang mereka menggunakan e-mail yang dikirim sebagai spam. Demikian pula dengan virus boot sector yang dulu mengincar floppy disk, dan sempat surut ketika media penyimpanan popular berubah menjadi CD, kini mengubah sasarannya menjadi USB flash disk.